Kliksumatera.com PALEMBANG — Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Hutamirin SH., MH, gelar konferensi pers dengan awak media di Kantor Kejari Palembang, Selasa (8/4/2025).
Terkait penetapan 2 (dua) orang tersangka dengan inisial FA dan DS, dalam perkembangan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengelolaan biaya pengganti pengolahan darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang Tahun 2020-2023.
FA yang merupakan mantan Wakil Walikota (Wawako) Palembang dua periode yaitu 2016-2018 dan 2018-2023, menjabat sebagai Ketua PMI Palembang periode 2019-2024.
Sedangkan DS, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Palembang, di PMI Kota Palembang menjabat sebagai Kabag Administrasi dan Umum pada Unit Transfusi Darah (UTD).
“Berdasarkan dua alat bukti yang sah menurut Pasal 184 KUHAP maka FA dan DS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut,”terang Hutamirin.
Sebelumnya, dalam perkara ini, kedua tersangka tersebut dipanggil beberapa kali oleh pihak kejari sebagai saksi. Peningkatan Penetapan status dari saksi ke tersangka terhadap saudari FA dan saudara DS merupakan hasil penyidikan yang intensif.
“Kami menegaskan bahwa setiap proses berjalan sesuai koridor hukum dan asas praduga tak bersalah,” ucapnya Hutamirin.
Lanjut Hutamirin, bahwa kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan pengelolaan biaya pengganti pengolahan darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) kota Palembang tahun 2020-2023, yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan dan menimbulkan potensi kerugian keuangan negara.
“Terkait dengan dugaan tersebut, tersangka diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP
dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP,” jelasnya.
Hutamirin menyampaikan, bahwa mulai hari ini, seetelah ditetapkan sebagai tersangka, FA dan DS dilakukan penahanan, selama 20 (dua puluh) hari kedepan.
“Kedua tersangka tersebut dilakukan penahanan di tempat yang berbeda. Untuk tersangka FA dilakukan penahanan di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang sedangkan DS dilakukan penahanan di Rutan Kelas 1 A Palembang,”tutupnya. (Akip)

