Kliksumatera.com, PAGARALAM, Puskesmas dan Tenaga Medis Kecamatan Jarai melaksanakan Program Pencegahan Dini terhadap Penyakit Kardiovaskular. Penyakit tersebut merupakan tantangan utama dalam pelaksanaan Universal Health Coverage karena prevalensi yang semakin lazim dalam populasi. Pada kondisi kronis, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan pasien cukup mahal, penyakit ini semakin meningkat bahkan bisa menyerang pada usia 15 hingga 59 tahun. Salah satu contoh Penyakit Kardiovaskular adalah penyakit jantung.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Ponco Wibowo SKM melalui Kepala Puskesmas Kecamatan Jarai Aria, dr. Icha Paramitri MKes mengatakan bahwa saat ini, ada peningkatan pada hampir semua faktor risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, gula darah/diabetes, kolesterol, asam urat, dan akibat merokok, khususnya pada usia 15 tahun Hingga 59 tahun.
“Kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat seperti malas bergerak (mager) dan makan berlebih juga menjadi penyebab meningkatnya prevalensi penyakit tersebut,” kata dr Icha pada media ini seraya langsung mengajak ke tempat ruang Periksa Pasien sambil diskusi mengenai penyakit jantung yang bertema “Lindungi Jantung Anda – Pentingnya Deteksi Dini” Kamis (30/1/2020).
dr Icha juga menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah mengutamakan gerakan pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Pertama kali untuk Kabupaten Lahat ada di Kecamatan Jarai. Salah satunya melalui program Pisbindu (Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular), Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), dan Cerdik (Cek Kesehatan Secara Berkala, jangan merokok, rajin olah raga, diet sehat dengan menjaga pola makan agar kalori seimbang, juga istirahat yang cukup.
Musyawarah lintas sektor, dan pelatihan program diteksi dini Penyakit Kardioveskoler Pelatihanya sudah pada Desember 2019 Lalu dan untuk Kecamatan Jarai sudah mulai dari awal January 2020, dan sudah puluhan warga jadi pasien diteksi dini.
Pemeriksaan dilakukan pada Usia 15 hingga 59 tahun. ”Dari hasil pemeriksaan pertama akan diketahui kondisi pasien, selanjutnya kapan pasien akan melakukan periksa rutinnya. Program tersebut menggunakan Dana BUK, sementara untuk pasien lanjut usia (lansia) atau 59 ke atas langsung tensi,” katanya.
dr Icha dan Tim Puskesmas Jarai terus melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk hidup sehat. “Di Kecamatan Jarai masyarakat sudah mulai paham mengenai penyakit jantung dan risikonya, tetapi yang kurang adalah kesadaran untuk mengaplikasikan upaya untuk gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit kardiovaskular. Jika tidak, meningkatnya penyakit ini menjadi kondisi yang lebih kronis dapat berdampak pada pembiayaan perawatan,” pungkasnya.
Laporan : Faisal
Editor/Posting : Imam Ghazali

