Kliksumatera.com, PALEMBANG- Seakan melepas rindu akan minimnya kegiatan keagamaan selama Pandemi Covid-19 di mesjid-mesjid, maka kegiatan Israk Mikraj 1442 H menjadi momentum tersendiri bagi kaum muslim untuk kembali memenuhi masjid.


Tanpa terkecuali yang terlihat saat Pengurus Masjid Al Ghazali Unsri menggelar Peringatan Israk Mikraj pada Kamis malam (11/3/21). Tampak ratusan jemaah pun menghadirinya, mulai anak-anak hingga dewasa yang berasal dari warga sekitar demi mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Syarif Husien bakda Isyak.


Tidak ada acara ceremonial sepeninggal Ketua Masjid Almarhum H. Imron Zahri di mesjid yang terletak di Jalan Srijaya Negara/Jalan Masjid Al Ghazali Bukit Lama itu. Sebab acara dengan penata acara Imam Ghazali, Ketua Panitia dan Anggota H. Sunarno, Ipin, Zasman, Wahyu serta dihadiri Ketua Takmir Masjid H. Zainudin langsung mengemas acara dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi oleh Muhammad Akbar, pembacaan Barzanzi dipimpin Ropingan, dilanjutkan ke tausyiah sekaligus doa penutup oleh Ustadz Syarif Husien.


Dalam salah satu uraiannya, Ustadz Syarif selain mempraktikkan cara Sholat yang benar juga minta kepada kaum muslim untuk senantiasa menjaga kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini. ”Kaum muslim harus menjaga kesehatan dirinya dan keluarga. Umat Islam juga tidak boleh berani mati atau pun takut mati. Sebab kematian itu pasti datang kapan saja, tanpa diminta ataupun diminta,” ingat Ustadz.

Tentang kematian ini, Ustadz Syarif Husien menceritakan tentang seorang sopir pengangkut peti mati. Di tengah perjalanan distop orang untuk naik ke mobilnya. Karena hujan, lalu orang tadi pun masuk ke peti mayat yang ada di belakang. ”Orang pertama ini tidak takut dengan kematian karena dia berani masuk ke peti mati tadi,” ujar Ustadz.

Tak lama berselang hujan pun berhenti, lalu naik lagi orang kedua ke bak belakang mobil itu. Orang kedua ini amat takut dengan kematian. Di tengah perjalanan, orang pertama yang naik tadi mengeluarkan tangannya untuk mengecek apakah masih atau tidak hujan. ”Nah kemunculan tangan tadi justru membuat orang kedua ketakutan dan langsung meloncat hingga meninggal. Jadi, orang yang takut akan kematian justru meninggal duluan, sementara yang tidak takut mati tidak meninggal. Artinya kematian itu bisa datang kapan saja. Jangan takut mati, juga jangan berani mati. Jagalah hati dan keimanan agar kita siap jika dipanggil Allah SWT,” ujar Syarif Husien seraya menjelaskan tentang 7 mati syahid dalam Islam.
Acara Israk Mikraj ini berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Para jemaah yang lebih banyak didominasi kaum muda nampak puas, sebab paling tidak Masjid Al Ghazali Unsri kembali bergema setelah ”tenggelam” oleh gelombang dahsyatnya Pandemi Covid-19.
Laporan/Posting : Imam Ghazali

