Kliksumatera.com, LAHAT- Momentum Hari Guru Nasional tahun 2021 mengisahkan sejarah tersendiri bagi Repiandi MPd, seorang guru yang bertugas di SMA Negeri 1 Merapi Barat. Di sela perayaan peringatan HGN, 25/11 2021, dia terkejut mendapat kejutan dari Kepala Sekolah Utoy Tatang Suntani ST MM.

Sebab dia dinobatkan sebagai guru teladan di sekolah, sambil menjabat tangan dan memberi selamat, kepala sekolah menyampaikan “Ini pilhan siswa Pak, dipilih melalui poling yang diedarkan.”
”Tiba-tiba saja saya langsung terbayang wajah 500-an siswa yang ada di sekolah, sambil bertanya dalam hati apakah iya saya sudah menjadi teladan bagi mereka. Sebab jangan-jangan karena masa pandemi 1,5 tahun hingga pembelajaran daring mereka sudah lupa dengan wajah dan nama gurunya yang ada di sekolah. Yang mereka ingat hanya wajah saya sendiri. Itu wajar saja karena sebagai Wakil Kepala Sekolah urusan kesiswaan, saya lah orang yang paling sering mereka lihat sehari-hari,” ujar Repiandi.
Saaat memacu sepeda motor di perjalanan pulangnya, dia terus mencoba mencari makna arti “Teladan” versi siswa itu. Karena menurutnya “keteladanan” itu bukan teori sebagaimana mereka sering menghafal materi-materi pelajaran, tapi keteladan adalah sebuah nilai yang melekat dalam kehidupan keseharian, ia harus hadir pada diri empunya, sebagai contoh ketika ada kata “sabar” maka kata itu bukan dipahami sebagai sebuah definisi. Tapi langsung menjadi kepribadian yang melekat pada diri, dan seterusnya. ”Iya tidak bisa terbentuk dari kata-kata manis apalagi pencitraan diri, tentu itu sangat berat, karena semuanya harus lahir dari pemahaman, keikhlasan, dan ketulusan yang mendalam. Tapi sudahlah, mungkin ini rezeki buat saya (alhamdulillah) dan terima kasih kepada semuanya, doakan semoga ke depan saya dapat menemukan makna “keteladan” sebagai guru juga manusia,” tandas Repiandi MPd.
Laporan : Novita
Posting : Imam Ghazali

