Kliksumatera.com Lahat — Kedatangan Tim Akselerasi Pembangunan Desa dan Aplikasi Jaga Desa di Kabupaten Lahat mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Lahat. Tim yang dipimpin oleh Drs. H.Sutoko Msi ini hadir untuk memperkenalkan sekaligus mendorong implementasi aplikasi Jaga Desa sebagai upaya mempercepat pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Bertempat di Offrom Setda Kabupaten Lahat pada Jum’at 28 November 2025, dihadiri Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM, Camat, Forum Kades
Wakil Bupati Lahat menjelaskan bahwa aplikasi Jaga Desa sangat penting terutama untuk membantu desa dalam mengelola berbagai dana desa secara tepat, akuntabel, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Akselerasi bukan berarti buru-buru, tetapi memastikan segala proses berjalan tepat, terukur, dan disiplin. Desa adalah fokus pembangunan nasional, sejalan dengan arahan Presiden serta visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menata kota dan membangun desa,” tegas Wabup.
Beliau juga nekankan bahwa Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten terus mendorong digitalisasi sebagai langkah memperbaiki manajemen keuangan desa dan pelayanan publik.
Wabup menjelaskan bahwa penerapan aplikasi ini bertujuan untuk:
1. Mempercepat penyelesaian dokumen perencanaan desa, seperti RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.
2. Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa agar transparan dan bebas dari pelanggaran.
3. Menguatkan pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
4. Mendorong inovasi dan digitalisasi desa agar tata kelola lebih modern dan efisien.
Wabup juga kembali mengingatkan para kepala desa dan perangkatnya untuk:
Meningkatkan kapasitas serta profesionalitas,
Menjalankan administrasi dan keuangan desa secara rapi dan akuntabel,
Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
Lahat Memiliki Desa Terbanyak di Sumsel
Dalam kesempatan itu, Wabup mengungkapkan bahwa Kabupaten Lahat memiliki 360 desa, jumlah terbanyak di Sumatera Selatan. Dengan jumlah desa yang besar, ia menegaskan pentingnya kerja sama dan kedisiplinan seluruh aparatur desa dalam menjaga kerapian manajemen administrasi dan pelaporan keuangan.
“Semakin banyak desa, semakin besar tanggung jawab kita. Saya minta pelayanan publik benar-benar diprioritaskan. Masyarakat adalah yang utama,” ujar Wabup.
Di akhir sambutan, Wabup mengapresiasi kehadiran Tim Akselerasi dan DPMD Provinsi yang telah memberikan pendampingan dan dukungan kepada pemerintah desa di Kabupaten Lahat.
Sementara itu Kajari Lahat Toto Rudianto S,sos. Bahwa sebelumnya sudah kami laksanakan, dengan tujuan Kades dalam mengolah Dana Desa harus lebih hati-hati lagi. Pengolahan nya harus secara transparan, akuntabel, kalau kami di kejaksaan hanya mengawasi dan mencegahan hukum. Untuk itulah Kejaksaan Negeri Lahat mengajak Kades seluasnya untuk berkonsultasi mengenai penggunaan dana desa. Dengan adanya Aplikasi Jaga ini diharapkan kepada Kades agar Transparan dalam menggunakan dana desa. Kalau ada unsur memperkaya diri. Mohon maaf kami tidak mentolerir
Kalau ada pihak dari kejaksaan siapapun itu, yang memungut dana dari desa. Saya siap akan memenjarakan anggota Kejaksaan Negeri Lahat.” tegas Kajari.
Sesion terakhir, Kepala DPMD Provinsi Sumsel selaku narasumber memaparkan maksud dan tujuannya.
Laporan wartawan Novita

