Kliksumatera.com, PALEMBANG– Tahun ini, lalu lalang Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi yang melayani beberapa koridor di jalanan Kota Palembang tidak akan terlihat lagi.
Dirut PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Ahmad Nopan mengatakan, pihaknya harus menyetop moda transportasi plat merah yang dikelolanya, lantaran tidak mendapat subsidi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. “Per 1 Januari ini Transmusi tidak melayani penumpang,” katanya.
Operasional BRT Transmusi yang sebelumnya disubsidi, tahun ini tidak dianggarkannya (terlewatkan) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang. “Ya, anggarannya tidak termasuk di Dishub. Karena ini sarana transportasi jadi anggarannya masuk di dishub,” jelasnya.
Nopan menjelaskan, pihaknya selaku pengelola Transmusi sudah mengajukan untuk subsidi Transmusi Rp 17 miliar. “Dan setelah dievaluasi, disetujui di DPRD Palembang, oleh Komisi 2 Rp 12 miliar. Ternyata anggaran tersebut tidak dianggarkan di Dinas Perhubungan Kota Palembang,” ungkapnya.
Bahkan, katanya, pihaknya telah merumahkan 60 pegawai kontraknya. “Untuk karyawan tetap dan calon pegawai tetap, itu dirumahkan dengan gaji dibayarkan 50 persen,” tukasnya.
Sumber : Berita Sumatera/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

