Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)
Resiko kelaparan setiap hari meningkat di Gaza, karena berlanjutnya permusuhan dan blokade terhadap Gaza. Hampir semua rumah tangga Palestina di Gaza, baik siang maupun malam melewatkan makan setiap harinya.
Bahkan warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka, imbas krisis makanan akibat pengepungan dan genosida yang dilakukan Israel.
Salah satu warga Gaza Majida Qanan mengatakan, anak-anak di Gaza harus dibujuk agar mau memakan daging kura-kura tersebut. Meskipun anak-anak takut untuk memakan kura-kura, jadi kita mengatakan kepada mereka bahwa daging ini enak seperti daging sapi muda. ‘’Juga ada anak-anak yang mau makan, sementara yang lain enggan memakan,” kata Qanan seperti dilansir AFP, CNNindonesia (Sabtu 19/4/2025).
Saat ini warga Gaza diklarifikasi krisis pangan, dan menyebabkan banyak warga yang menderita kelaparan, baik krisis darurat atau bencana, khususnya di bagian utara Gaza, memakan rumput rumput liar, dan pakan ternak, serta makan daging kura-kura.
Citra satelit juga menunjukkan krisis darurat, banyak pelabuhan, perikanan, pasar, rumah kaca, dan lahan pertanian. Serta hancurnya infrastruktur produksi dan distribusi pangan serta pembatasan impor komersial telah mengurangi akses terhadap pangan.
Sehingga risiko kelaparan meningkat setiap hari di Gaza, karena berlanjutnya permusuhan dan blokade terhadap Gaza. Hampir semua rumah tangga Palestina di Gaza melewatkan makan setiap hari, dikarenakan hancurnya infrastruktur produksi dan distribusi pangan serta pembatasan impor komersial telah mengurangi akses terhadap pangan.
Kelaparan demi kelaparan yang menimpa warga Gaza, semuanya dibuat-buat dan diam-diam disetujui oleh negara-negara G7, dan Amerika memimpin kekejaman ini dengan hak veto mereka terhadap gencatan senjata permanen.
Bahkan kekejaman Amerika ini, membuat akses pemasokan produk “segar atau protein” bahan pangan tidak aman. Sehingga membuat masyarakat Gaza terpaksa melewatkan waktu makan dan sering kali menderita berbagai penyakit, karena tidak mendapatkan makanan yang cukup selama berhari-hari.
Bahkan di kamp pengungsi jabalia di utara kota Gaza, penduduknya mengumpulkan tumbuhan, segala jenis benih, dan menggunakannya untuk bertahan hidup. Namun, masih kebanyakan orang yang tidak makan, seringkali mereka tidak makan selama beberapa hari.
Bahkan, sebagian masyarakat Gaza yang sudah putus asa, terpaksa mereka memakan daging kura-kura, dan ada juga sebagian tidak mau memakannya. Apapun itu, masyarakat Gaza terpaksa juga memakan pakan ternak yang digiling menjadi roti yang berdampak buruk pada tubuh manusia akibat sakit perut yang parah dan diare.
Kekejaman pun tidak berhenti sampai di situ. zion*s Yahudi telah melarang produk pakan ternak tersebut masuk ke jalur Gaza. Bahan pangan makin sulit didapat dan malah dieksploitasi ketika jatuh ke tangan pihak yang rakus dan korup.
Adapun warga Gaza meyakini rezekinya, hanya Allah SWT yang memberi mereka makan dari daun-daun hijau alami yang tumbuh setelah hujan lebat yang dingin dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan dalam sistem saat ini (kapitalis sekuler), perintah Allah SWT sengaja diabaikan, yakni memberikan Nusrah (pertolongan) kepada saudara-saudari muslim dari genosida dan kelaparan.
Di sisi lain, para penguasa muslim tetap hanya mencukupkan diri dengan kecaman tanpa aksi nyata, meski umat Islam hari ini sudah mulai menyerukan jihad sebagai solusi.
Allah SWT juga menyatakan umat muslim adalah bersaudara.
Rasulullah SAW bersabda; “salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR.al-Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan pentingnya wujud rasa cinta kepada sesama muslim. bahkan rasullulah SAW, menyatakan kesempurnaan iman seseorang sampai terwujud rasa kasih sayang kepada saudara seiman.
Solusi realistis di Gaza merupakan persoalan umat, bahwa begitu rapuhnya tanpa kekuatan besar yang melindungi mereka. Dengan kehadirannya perisai umat. Yakni, hanya satu yaitu (Khilafah islamiyah).
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda;”sesungguhnya imam (Khalifah) adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya.”(HR- muslim).
Imam (Khalifah) itu ibarat tameng, dia mencegah musuh untuk menyerang (menyakiti) kaum muslim, juga mencegah masyarakat untuk saling menyerang satu sama lain. Wallahu a’lam bishawab.

