Kliksumatera.com, MUBA – Semenjak Lockdown diumumkan Pemerintahan Republik Indonesia Jokowi beberapa waktu lalu, semua kepala daerah memberlakukan aturan pelarangan bagi seluruh masyarakat melakukan kegiatan berkumpul. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang kini sudah memakan korban jiwa.
Guna mengantisipasi penyebaran Corona sejumlah daerah sudah menginstruksikan libur sekolah dan kegiatan kedinasan lainnya. Dampak Virus Corona dan aturan Lockdown inipun berimbas pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Terlihat di Pasar Randik Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (24/03/2019) yang sepi para pembeli sehingga berimbas pada pendapatan pedagang.
Bahkan sejumlah agenda hajatan masyarakat di beberapa desa dan kecamatan dengan terpaksa dibatalkan walaupun ribuan undangan sudah disebarkan dan perlengkapan sudah disiapkan.
“Sebagai bentuk kepedulian kita mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona dengan terpaksa kegiatan hajatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya ditunda,” ungkap Edi Heriyanto yang dalam waktu dekat akan melaksanakan hajatan.
Dikatakan Edi Heriyanto, persoalan memutus mata rantai Pandemi Virus Corona ini harus didukung semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri dengan mematuhi segala instruksi pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan maupun aktivitas berkumpul di luar rumah. Dan yang terpenting masyarakat harus mengenali gejala-gejalanya, bila ditemukan gejalanya secepatnya melakukan pemeriksaan medis di rumah sakit terdekat.
Bahkan sebagai mitra kerja pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba sudah melakukan koordinasi pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan persiapan medis dan ruang isolasi di rumah sakit daerah Sekayu.
”Kita berharap semua masyarakat mendukung langkah-langkah yang sudah diputuskan pemerintah, apalagi saat ini di Kabupaten Muba sendiri ada empat pasien dalam pengawasan yang sudah ditangani oleh Tim Medis RSUD Sekayu yang tentunya harus kita waspadai semua. Semua masyarakat harus mewaspadainya, apalagi sekarang Tim Medis RSUD Sekayu menangani empat orang pasien dalam pengawasan dan kita juga dari Komisi I DPRD Muba akan selalu mensuport kinerja rumah sakit yang dengan sigap melakukan penanganan ODP,” tandas Edi Heriyanto Ketua Komisi I DPRD Muba.
Laporan : Hasbullah Anwar
Editor/Posting : Imam Ghazali

