Kliksumatera.com, MURATARA- Keadaaan ruangan IGD RSUD Rupit Muratara kini retak-retak. Keretakan itu dinilai parah karena telah menembus dinding. Sehingga penghuni rumah sakit tersebut khawatir.

Padahal Gedung IGD RSUD Rupit ini terlihat megah dan bertingkat dan baru dibangun tahun 2020 lalu dengan menelan anggaran sebesar lebih kurang Rp 16 miliar.
Ketua Badan Peneliti Independen (BPI)Muratara, Muhamad Senin (14/6/2021) menduga saat pembuatan pondasinya tidak sesuai dengan kapasitas bangunan, sehingga berpengaruh pada dindingnya, yang retak dan merenggang.

Salah seorang pekerja di RSUD Rupit berinisial Tm mengatakan, dirinya pun sangat khawatir dengan kondisi dinding rumah sakit yang retak tersebut. ”Sebab tidak menutup kemungkinan nanti apabila terjadi sedikit saja guncangan, maka saya rasa dinding yang suda retak ini sangat mudah ambruk dan memakan korban,” cetusnya.
Apalagi saat ada keluarga pasien yang bertanya, sebab keretakan nyaris terjadi pada setiap ruangan. “Harapan saya kepada pemerintah Kabupaten Musirawas Utara ini agar segera mengimbau pada kontraktor (pemborong) Gedung IGD RSUD Rupit ini supaya cepat memperbaiki dinding dinding yang retak dan plafon yang sudah dinyatakan jebol. Agar setiap keluarga pasien yang membawa keluarganya sakit tidak merasa was-was dan takut,” tegasnya.
Di sisi lain, selaku Ketua Badan Peneliti Independen (BPI) Muratara, Muhamad yang juga putra daerah Rupit pun sangat kecewa dengan bangunan yang menelan anggaran cukup besar tapi hanya melahirkan bangunan yang sangat miris kualitasnya. ”Saya juga mohon dan meminta kepada Pemkab Muratara dan instansi terkait untuk segera mengaudit ulang bangunan IGD RSUD Rupit ini,” tandasnya.
Salah satu keluarga pasien yakni HR Arasyid warga Desa Noman Muratara yang sedang membesuk keluarganya pun memprotes terhadap bangunan yang sudah retak tersebut. ”Kalau saya menunggu keluarga yang sakit lebih nyaman saya nunggu di luar gedung saja, apalagi kalau sudah larut malam karena khawatir akan terjadi sesuatu,” ujarnya.
Laporan : Junaidi
PostingĀ : Imam Ghazali

