Kliksumatera.com, MURATARA- Akibar air Sungai Rupit keruh, kotor, dan berbau, mengakibatkan banyak warga yang terserang penyakit kulit gatal dan bernanah. Hal itu, diduga air sungai juga mengandung zat beracun.

Sebab, keruhnya air di sepanjang aliran Sungai Rupit Muratara berasal dari tambang emas ilegal yang beroperasi di hulu Sungai Tiku. Kini masyarakat resah, sebab mereka masih menggunakan air Sungai Rupit untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai masak, mandi, mencuci hingga dikonsumsi.
Ariyansyah (40) warga Desa Noman Kecamatan Rupit Muratara mengatakan, dia bersama warga lainnya hingga kini masih menggunakan air sungai tersebut dalam kesehariannya. ”Saya sangat resah dengan air sungai ini, sebab dua anak saya sekarang sudah terserang penyakit kulit yang gatal dan bernanah,” tegasnya, Jumat (25/12/2020).

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Muratara dapat menyetop kegiatan tambang-tambang ilegal yang beroperasi di hulu Sungai Rupit/Sungai Tiku tersebut agar tak lagi membawa dampak negatif seperti itu.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Harun Arasyid warga Desa Noman Baru. “Kami minta aparat penegak hukum dan Pemkab Muratara memberikan tindakan tegas untuk si pengelola tambang ilegal itu. Bantulah kami masyarakat kecil, sebab kami masih menggunakan air sungai itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.
Laporan : Junaidi
Editor/Posting : Imam Ghazali

