PURBALINGGA— Deru pekerjaan masih terdengar di lokasi pembangunan Jembatan Garuda. Di antara tanah yang mulai padat dan jalur yang perlahan terbentuk, material armco kini telah berdiri kokoh, menandai satu langkah penting menuju terhubungnya dua desa, yakni Krangean dan Ponjen.
Bukan sekadar pemasangan material, momen ini menjadi simbol bahwa kerja keras selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, mulai menampakkan hasil nyata. Jalan yang sebelumnya terputus, kini perlahan tersambung. Akses yang dulu sulit dilalui, kini mulai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di lokasi, para anggota Satgas bersama warga tampak bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Proses pemasangan armco dilakukan dengan teliti, memastikan konstruksi kuat dan mampu menopang aliran air sekaligus kendaraan yang nantinya melintas.
Danramil 12/Karanganyar, Kapten Cke Kamiyono, S.H., M.H., menyampaikan bahwa progres pembangunan Jembatan Garuda saat ini telah memasuki tahap krusial.
“Alhamdulillah, pemasangan armco sudah terlaksana. Ini menjadi bagian penting dalam penyambungan akses jalan antara Desa Krangean dan Ponjen. Tinggal beberapa proses lanjutan lagi hingga benar-benar bisa dilalui secara optimal,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu sasaran tambahan atau over prestasi dalam TMMD Reguler ke-128. Meski bukan target utama di awal, kebutuhan masyarakat akan akses penghubung menjadi dorongan kuat untuk merealisasikannya.
“Ini bentuk komitmen kami bersama, baik TNI maupun masyarakat, untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Harapannya, setelah selesai nanti, mobilitas warga akan jauh lebih mudah, terutama untuk aktivitas ekonomi dan sosial,” tambahnya.
Seiring progres yang terus berjalan, harapan masyarakat pun ikut tumbuh. Jembatan Garuda bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang terbukanya peluang baru, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih cepat.
Kini, dengan armco yang telah terpasang dan jalan yang mulai terhubung, garis pemisah antara Krangean dan Ponjen perlahan memudar. Yang tersisa adalah semangat gotong royong dan keyakinan bahwa dalam waktu dekat, kedua desa akan benar-benar tersambung, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam denyut kehidupan sehari-hari.(anr)

