OKU — Bagi Bapak Julian Saputra, melihat genteng demi genteng dipasang di atas rumah barunya adalah pemandangan yang paling dinantikan. Selama ini, kekhawatiran selalu menyelimuti setiap kali langit mendung atap rumah yang lama sudah rapuh, sering bocor, membuat keluarga harus sibuk menampung air di mana‑mana. Kini, melihat rangka kayu yang kokoh dan deretan genteng yang mulai menutupi kerangka atap, kekhawatiran itu perlahan berganti menjadi rasa syukur dan harapan baru.
Rumah yang kini mencapai 70 persen penyelesaian ini bukan sekadar bangunan baru ini adalah tempat di mana anak‑anaknya akan tumbuh besar dengan aman, di mana keluarga bisa tidur tenang tanpa khawatir kebocoran, dan di mana kehangatan rumah tangga akan terjaga dengan baik. Bapak Julian Saputra tampak tak jauh dari lokasi, sesekali ikut membantu mengangkat material sambil menatap bangunan itu dengan senyum yang tak tersembunyikan.
Bapak Julian Saputra menyampaikan perasaannya: “Saya tak pernah menyangka akan punya rumah sebagus ini. Dulu setiap hujan turun, saya cemas atap bocor ke mana‑mana. Sekarang melihat atap mulai tertutup rapi, saya merasa tenang sekali. Terima kasih kepada Satgas dan tetangga yang bekerja keras membangunkan rumah ini untuk saya. Nanti setelah selesai, saya akan menjaganya sebaik mungkin merawat atap, dinding, semuanya agar anak cucu saya juga bisa menikmatinya. Ini adalah anugerah terindah bagi keluarga saya,” ungkapnya dengan mata berkaca‑kaca.
Kehadiran rumah baru ini mengubah masa depan keluarga Bapak Julian Saputra, membuktikan bahwa gotong‑royong tulus antara TNI dan masyarakat mampu mewujudkan mimpi yang selama ini terasa jauh. Pekerjaan terus dikejar hingga tuntas, agar rumah ini segera dapat ditempati dan menjadi saksi kebahagiaan keluarga selama bertahun‑tahun mendatang. (*)

