Aufa Syahrizal : Disbudpar Provinsi Sumsel Promosikan Desa Burai di Tingkat ASEAN

0
12

Kliksumatera.com, PALEMBANG- Pembukaan Forum International Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT) GT Tourism Village dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (24/11/2022).

Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merupakan salah satu kerja sama ekonomi subregional yang diakui oleh ASEAN berperan penting dalam membangun konetivitas ASEAN.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan, pihaknya bersyukur mimpi untuk melakukan pertemuan internasional Indonesia Malaysia Thailand terwujud.
“Program hari ini sudah kita rencanakan sejak tahun 2019. Dimana Palembang atau Sumsel ada bagian dari anggota IMT GT. Jadi dengan adanya program ini kita bisa terbuka sekarang apa yang bisa kita lakukan. Kita mendatangkan narasumber dari ketiga negara dari Thailand Malaysia dan Indonesia. Seperti saya mewakili dari Indonesia yakni Sumsel. Dari kita ingin Sumsel dikenal jauh lebih luas kepada masyarakat di luar sana,” jelasnya.

Lebih lanjut Aufa menuturkan, hari ini ada 3 narasumber. Ada dari Thailand termasuk peserta juga ada dari Thailand, juga ada narasumber dan peserta dari Malaysia. “Kita undang mereka, dan mereka tertarik. Intinya kita ingin membuka semacam wawasan dan menunjukan bahwa Sumsel punya potensi dan salah satu tema yang kita angkat adalah dasa wisata. Karena kita tahu MIT ini berbicara pertanian bicara wisata dan lainnya. Karena kita bicara wisata, maka kita ingin memperlihatkan dengan Malaysia dan Thailand ini kita Sumsel ada wisata yang masuk 50 besar Nasional yakni Desa Burai masuk 50 besar se-Indonesia. Berarti Desa Burai istimewa jadi besok mereka akan menginap di Burai dan mereka akan merasakan bagaimana kehidupan di Burai,” bebernya.

Ke depan, sambung Aufa, dia berharap dan mereka kembali bercerita dengan masyarakat di negaranya. “Ini tidak hanya satu desa yang kita kenalkan. Karena kita kenalkan semua, kalau bisa ada paket mereka bisa datang ke Palembang. Kita ajak mereka ke Palembang ke Burai dan berapa daerah lainnya supaya mereka betah lebih lama untuk tinggal di Sumatra Selatan. Kita harapkan dengan adanya kerjasama ada dengan travel agent, maka kita undang pelaku travel bahwa mereka merancang menjual potensi wisata yang ada di Sumsel di IMT adalah suatu program wadah untuk memperkenalkan apa yang kita miliki,” tuturnya.

Aufa menerangkan, disini mereka bertukar informasi. “Setelah datang ke Indonesia khususnya ke Palembang ternyata tempatnya juga sama kita datang ke mereka juga apa yang bisa kita bangun di tempat kita, maka kita akan sharing. Dan nanti kita bertukar kunjungan atau bertukar lawatan dan kita akan berdiskusi karena IMY ini akan bergantian,” jelasnya.

Melihat Sumsel, kata Aufa, narasumber dan peserta dari luar negeri dia ajak mereka kuliner di pinggiran sungai Musi. “Mereka kaget ternyata viewnya kata yang dari Thailand mirip Chaw Praya seperti yang di Bangkok. Tinggal kemasannya berbeda karena situasinya berbeda. Artinya saya bersyukur ini pelaksana dan kita membuka wawasan semua teman-teman dari daerah ternyata ini kalau kita mau kita bangun desa wisata ternyata bisa walaupun covid. Karena dengan desa wisata bisa menjadi kekuatan untuk membangun ekonomi kerakyatan,” paparnya.

“Kami coba membuat turunan secara nasional ada Anugerah Desa Wisata Indonesia. Dan kita buat Anugerah Desa Wisata provinsi. Harapannya kita sukses semakin dikenal desa-desa yang ada potensi untuk dikembangkan. Jadi desa wisata kan semakin berbenah dan apalagi kita sudah program anugerah desa wisata provinsi ini akan memacu desa-desa yang ada di 17 kabupaten kota untuk mereka bangkit bersama karena pariwisata bisa memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan,” tutupnya.

Laporan : Akip
Editing : Imam Gazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here