Berdasar Survei, Alpian Maskoni Bakal Lanjutkan Memimpin di Pagaralam

0
67

Kliksumatera.com, JAKARTA- Setelah beberapa lembaga survei mengunggulkan  dukungan (elektabilitas) Alpian Maskoni pada pilkada Kota Pagaralam. Kali ini lembaga survei kredibel  kembali mengunggulkan  mantan Walikota Pagaralam  periode 2018-2023 tersebut. Potensi kemenangan Alpian Maskoni menang untuk kedua kalinya pada pilkada Kota Pagaralam yang akan digelar 27 November 2024 lebih besar dibandingkan calon-calon walikota lainnya.

Elektabilitas lelaki  yang  ramah dan mudah ditemui warga tersebut  secara angka statistik unggul signifikan dari calon-calon walikota Pagar alam  lainnya. Temuan survei tersebut didapatkan dari Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI). “Setelah tidak lagi menjabat sebagai Walikota Pagaralam, dukungan (elektabilitas) Alpian Maskoni masih kuat. Pada pertanyaan terbuka, secara spontanitas responden menjawab akan memilih Walikota Pagaralam kepada  Alpain Maskoni (31,5 %), Efsi (5,2 %), Ludi Oliyansyah (3,1 %), Ustadz Muhaimin (3,1 %), Bertha Edhar (1,9 %).

Kemudian  Bassara (1,2 %), Yuliansi (0,5 %), Ida Fitriati (0,5 %), Heppy Sapriani (0,5 %), Alfrenzi Pangarbesi (0,3 %), Nanto (0,2 %), Jenni Sandiyah (0,2 %), Gunawan (0,2 %). Sedangkan massa yang belum menentukan pilihan (51,6 %).  Elektabilitas Alpian Maskoni unggul signifikan secara statik.  Jarak elektabilitas Alpian Maskoni dengan calon walikota lainnya cukup  besar,” ungkap Direktur eksekutif LKPI, Arianto, ST, MT, M.IKOMPOL di sela-sela paparan survei bertajuk Peluang Menang Calon-Calon Walikota Pagaralam, Selasa (30/4).

Mantan koordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang sudah puluhan tahun bergelut di bidang survei perilaku  opini publik ini menambahkan, uji simulasi untuk mengetahui kemantapan pemilih juga dilakukan terhadap calon walikota. Pada pertanyaan semi terbuka dengan mengajukan 24 nama-nama calon walikota dan responden boleh menjawab nama calon di luar nama tersebut. Elektabilitas  Alpian Maskoni (42,7 %), Efsi (7,4 %), Ludi Oliyansyah (7,4 %), Ustadz Muhaimin (7,2 %), Ida Fitriati (6 %), Alfrenzi Pangarbesi (3,8 %), Bertha Edhar (3,4 %), Dessy Siska (1,9 %), Bassara (1,7 %), dan Novirza Djazuli (1,7 %).  Untuk nama calon lainnya (Gunawan, Yuliansi, Febrianto, Nanto, Heppy Sapriani, Jenni Sandiyah, Elvera, Rahma Munto Via Ningrum, Deddy Stansa, Mgs Firdaus, Rohadiansyah, Desmar Pangarbesi, Oktaviansyah, Denny) elektabilitasnya di bawah tiga persen. Sedangkan massa yang belum menetukan pilihan 11.6%

Lebih lanjut diterangkan mantan auditor capres konvensi partai Demokrat ini, berbagai uji simulasi calon juga walikota dilakukan. Uji simulasi dari empat belas nama sampai dengan dua nama tetap  didapatkan elektabilitas Alpian Maskoni konsisten berada di urutan pertama dari semua calon lainnya. Pada uji enam  nama calon, elektabilitas Alpian Maskoni (49  %),  Ustadz Muhaimin (11 %), Ludi Oliyansyah (10  %), Efsi (8,9 %), Bertha Edhar (4,3 %), Heppy Sapriani (0,7 %) dan massa yang belum mengubah pilihan (16,1 %).  Bahkan uji empat nama calon yang maju,  Alpian Maskoni (57,2 %), Efsi (13,6 %), Bertha Edhar (6 %), Heppy Sapriani (1,5 %) dan massa mengambang (21,7 %).   “Bahkan pada uji simulasi dua calon walikota, elektabilitas Alpian Maskoni di angka  kisaran 62- 68 %.  Dasar dukungan (elektabilitas) Alpian Maskoni yang kuat salah satunya adalah penilaian masyarakat terhadap kinerja Alpian Maskoni selama menjabat Walikota Pagaralam 2018-2023 tergolong baik.  Masyarakat yang menyatakan  puas  terhadap kinerja Alpian Maskoni di atas angka 70 persen. Di samping itu, tingkat kedikenalan (popularitas) dan kedisukaan (akseptabilitas) Alpian Maskoni saat ini (survei digelar) masih sangat baik. Angka popularitas  dan akseptabilitas Alpian MAskoni di atas 90 persen. Secara hitungan politik, angka popularitas dan akseptabilitas Alpian Maskoni berpotensi besar menaikkan elektabilitas ke depan. Peluang itu terbuka  lebar bagi Alpian Maskoni. Kalau tidak ada kejadian yang luar biasa, Alpian Maskoni berpotensi besar memenangkan pilkada kota Pagar Alam untuk kedua kalinya,” pungkas lulusan terbaik magister ilmu komunikasi politik ini dengan lantang.

Survei LKPI dilakukan 20-28 April 2024 dengan menggunakan 420 responden yang tersebar secara proporsional di semua Kelurahan  Kota Pagaralam. Metode penarikan sampel menggunakan  sistem multi stage random sampling dengan marjin of error +/- 5 % dan selang kepercayaan 95 %. Wawancara dilakukan tatap muka dan peneliti lapangan semuanya mahasiswa dari Kota Palembang.

Laporan : 09-Fais
Posting : Imam Gazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here