Kliksumatera.com, PALEMBANG– Setelah menggelar aksi di depan Kantor Kejati Sumsel, puluhan massa dari Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) juga langsung bergerak ke Kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, untuk mempertanyakan tindak lanjut indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme di Dinas Pendidikan Kota Palembang. “Hari ini kita baru mendapatkan jawaban dari pihak Kejati Sumsel, bahwa mereka akan membentuk tim untuk menindaklanjuti serta menelusuri Lapdu kita tentang dugaan KKN di Disdik Kota Palembang,” ungkap Direktur exekutiv SIRA, Rahmad Sandi Iqbal, Rabu (22/12).
Setelah ini, tambah Sandi, pihaknya juga akan menggelar aksi di BPK RI Perwakilan Sumsel untuk mempertanyakan laporan yang serupa yakni mengenai indikasi korupsi di Disdik Palembang. “Kita akan terus kawal laporan pengaduan ini, dan siap mempertanggungjawabkannya. Inilah bentuk keseriusan SIRA dalam membantu pemerintah memerangi korupsi,” tegasnya.
Sandi membeberkan, dari informasi dan temuan di lapangan, terdapat beberapa proyek Disdik Kota Palembang pada APBD TA 2021 yang terindikasi terjadi korupsi di antaranya, moubiler ruang kelas SDN untuk peremajaan APBD 2021 yang dikerjakan CV Sriwijaya Bakti senilai Rp 6.991.800.000.
Kemudian, moubiler ruang kelas SMP N, senilai Rp 2.496.102.000 yang dikerjakan CV Romber Jaya. Sumber dana dari APBD TA 2021. “Moubiler untuk ruang kelas baru SDN senilai Rp.3.997.281.200, dikerjakan CV Sriwijaya Bakti. Dan moubiler untuk ruang kelas baru SMP N yang dikerjakan CV Surya Laya senilai Rp.999.092.600,” sebut Sandi dengan rinci.
Kepala Sekretariat BPK RI perwakilan Sumsel, Acep Mulyadi mengatakan, jika laporan hasil temuan SIRA mengenai indikasi korupsi di Disdik Palembang itu sudah dimasukan ke unit pemeriksaan. “Ya, kita juga sangat berterima kasih kepada rekan SIRA. Sekarang tim masih di lapangan melakukan audit, tapi belum tahu untuk yang dilaporkan SIRA sudah diaudit atau belum karena kita belum mendapat laporan,” ujarnya.
Meski demikian, Acep memastikan jika BPK akan mengaudit pekerjaan yang terindikasi terjadi KKN di Disdik Kota Palembang tersebut. “Pasti, pasti akan diaudit juga. Apalagi nilainya lumayan besar, jadi akan kita masukan dalam list audit,” ucapnya.
Laporan : PALPOS.ID/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

