Kliksumatera.com, LAHAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lahat bukannya mereda, malah semakin mengkhawatirkan. Dalam satu hari, sedikitnya 125 titik api terdeteksi di wilayah Bumi Seganti Setungguan.
Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Lahat sebagai wilayah dengan penanganan karhutla paling berat dibandingkan dua wilayah lainnya yang menjadi fokus penanganan tim, yakni Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagar Alam.
Ketua Tim Penanganan Karhutla dari Mabes, Kol CPM Faisal Lubis, mengungkapkan kondisi tersebut saat ditemui awak media di sela-sela perjalanan terakhirnya dari Kabupaten Lahat, Selasa (15/9/2026).
Menurut Faisal, Kebakaran hutan dan lahan ini merupakan dampak Elnino, dari tiga wilayah yang menjadi tugas tim dalam upaya penanggulangan karhutla, kondisi di Kabupaten Lahat justru menunjukkan peningkatan bukannya menurun
“Yang paling berat adalah Kabupaten Lahat. Bukannya menurun, namun mengalami peningkatan. Seperti hari ini, titik spot api ditemukan 125,” ungkap Faisal.
Selaras dikatakan Wabup ” Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan laju kebakaran. Mulai dari sosialisasi, edukasi kepada masyarakat hingga memperkuat koordinasi dengan berbagai stakeholder, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
Empat Wilayah Jadi Perhatian
Di antaranya Kecamatan Lahat Selatan, Merapi, Gumay Ulu, dan Pulau Pinang.
“Berbagai upaya terus dilakukan. Lahat ini kebanyakan tanahnya mengandung mineral sehingga mudah tersulut api, bukan lahan gambut,” ujar Widia.
Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk, Widia meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa meningkatkan kesiapsiagaan.
Wabup mengimbau para Camat dan kepala Desa untuk sementara tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.
“Jangan dulu dinas luar. Selalu siap siaga,” pesannya.
Medan Terjal Jadi Kendala
Tak hanya menghadapi banyaknya titik api, petugas juga dihadapkan pada kondisi medan yang sulit.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lahat Jon Liadi mengatakan sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan terjal sehingga menyulitkan petugas menjangkau titik api.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan mudah dan pada beberapa lokasi harus dilakukan secara manual.
“Tingkat kesulitannya ketika wilayah spot berada di area terjal. Kita mengalami kesulitan memadamkan api, harus dikerjakan secara manual,” jelas Jon.
Dengan ditemukannya 125 titik api, kondisi karhutla di Lahat kini menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah bersama tim penanganan karhutla terus melakukan berbagai upaya agar api tidak semakin meluas dan situasi tidak semakin sulit dikendalikan.
Laporan Wartawan Novita

