Kliksumatera.com, LAHAT- Bumi Seganti Setunguan memang kaya akan Sumber Daya Alam Hayati, selain tersohor dengan arang hitamnya juga disebut Negeri 1001 Megalitik dan 185 Cuhup dan air terjun. Sabtu (12/2/22) yang ceria Kades Padang Lengkuas, Sekdes Harwansyah, Perangkat Desa, semua Kaur dan Kasi didampingi Asisten Khusus Bupati Lahat bagian Pariwisata Mario Andramatik meninjau Destinasi Wisata Cuhup Gambie dan Cuhup Grinsing. Kedua Cuhup ini terletak di Desa Padang Lengkuas di ataran perkebunan.

Akses jalan yang tak begitu memakan waktu lama menggunakan motor ditempuh hanya kurang lebih 15 menit dari desa ke lokasi. Star melewati Jembatan Gantung Icon Desa Padang Lengkuas, hamparan padi menguning sungguh menggoda mata memandang, setelah itu terlihat kebun karet dan keluar jalan baru dibangun Pemerintah. Menurut rencana itu jalan lingkar menghubungkan antara Kecamatan Lahat dengan Lahat Selatan dan direncanakan tempat ini dibangun pusat Perkantoran Pemkab Lahat.

Dari Jalan baru hanya 5 menit akhirnya sampai ke lokasi pertama Cuhup Gambie yang masih perawan belum pernah terjamah hanya berjalan sekitar 50 meter. Rrasa lelah letih terbayar ketika sampai di sini turunan air dari atas ke bawah begitu menggoda dengan panjang sekitar 7 meter. Konon menurut informasi dari Kades dahulunya tempat ini bekas Desa Padang Lengkuas sebelum pindah ke tempat sekarang.

Pada Masa Kepemimpinan Depati Lamsyah, Pesirah Pa’i tahun awal abad ke-20 tahun 1900-an. Setelah meninjau Cuhup Gambie Tim ini bertolak menuju Cuhup Grensing atau sering disebut penduduk setempat Cuhup Temiang hanya 5 menit saja, berjalan kaki hanya kurang lebih 50 meter dari atas terdengar hempasan air, rasa penasaran ingin segera sampai di lokasi.
Benar saja tumpukan batu tersusun berundak dan hempasan air begitu terdengar deras dengan ketinggian sepanjang kurang lebih 5 meter.
Menurut Mario, perjalanan hari ini sungguh berbeda dari sebelumnya. Dimana selama 10 tahun pulang ke Lahat, selama ini keluar Kota Lahat. Namun di dalam Kota Lahat sendiri ada 2 Cuhup sekaligus ditemukan dan tidak kalah menarik seperti Cuhup lainnya di Kabupaten Lahat. Selama ini jumlah Cuhup dan Air Terjun berjumlah 183 ditambah 2 di Kecamatan Kota Lahat menjadi 185 Cuhup.
Ini merupakan tantangan bagi Kades dan Perangkat Desa untuk mengembangkan Wisata ini sebagai Destinasi Objek Wisata di Kecamatan Lahat dan salah satu Income Desa. ”Hendaknya Pemerintah merespon agar dapat dikembangkan,” ujar Mario.
Beliau juga mengharapkan kepada Kades Padang Lengkuas untuk segera membentuk Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang mengelolah tempat ini.
Sementara itu Sabroni selaku Kades Padang Lengkuas nantinya optimis bahwa wisata ini dikelola dengan baik dan dikenal masyarakat luas.
Laporan : Novita
Posting : Imam Ghazali

