Oleh Diana Wijayanti, SP
Orang bilang dakwah itu, tidak berbuat apa-apa dalam kebangkitan Islam. Mereka bilang ‘No action talk only’ (NATO) tak ada aksi, cuma ngomong doang.
Namun ternyata, Rasulullah SAW di awal dakwahnya juga fokus pada membangun kesadaran umat dengan seruan. Beliau yang mulia, tidak melakukan aktivitas praktis seperti, menyantuni faqir miskin, menolong orang tertindas yang didzalimi dan tidak membalas kedzaliman dengan perang.
Dakwah pemikiran ini ternyata sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Tatkala dakwah makin berkembang, terus bergerak, terus membesar, barulah orang Quraisy menyadari bahaya besar yang mengancam kekuasaannya.
Akhirnya strategi kafir Quraisy membendung dakwah pun dilakukan. Mulai dari membuat kampanye negatif terhadap dakwah, penyiksaan para pengemban dakwah dan boikot terhadap pengemban dakwah, Rasulullah SAW dan para sahabat, ternyata kebenaran Islam tak mampu dibendung.
Pengaruh dakwah bisa dilihat dari Kisah seorang pemuda cerdas yang berkunjung ke Baitullah yaitu Tufa’il bin Amr Ad Dausy, beliau dibujuk Quraisy untuk menjauhi Muhammad SAW. Beliau tak menghiraukan bujukan Quraisy ia tetap menemui Rasulullah SAW di rumahnya untuk mendengarkan Al-Qur’an yang mulia. Akhirnya beliau pun masuk Islam.
Tak hanya itu namun pembesar Quraisy pun tak mampu menahan diri untuk tidak mendengar bacaan Al Quran, 3 orang pembesar Quraisy selama tiga malam berturut-turut mencuri dengar Bacaan Al Quran.
Masya Allah, itulah mukjizat Rasulullah SAW, Al Quran yang mulia yang mampu menjadi pembeda antara haq dan bathil. Sangat besar pengaruhnya di tengah masyarakat.
Inilah kunci sukses, pembangunan peradaban Islam, hingga akhirnya dakwah menyentuh hati, dan perasaan kaum Aus dan Khazraj dari Madinah.
Negara Islam pertama akhirnya berhasil tegak di Madinah Al Munawwarah. Islam yang awalnya dipeluk oleh sedikit orang akhirnya dianut oleh banyak orang, mereka masuk Islam secara berbondong-bondong.
Islam secara kaffah betul-betul bisa diterapkan secara kaffah dan dakwah serta jihad bisa dilaksanakan hingga seluruh jazirah Arab berada dalam pangkuan Islam.
Kekuasaan Islam, semakin meluas dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dalam sebuah negara Khilafah Islamiyyah yang terus berlangsung selama 13 abad lamanya.
Bagaimana mewujudkan dakwah yang berpengaruh sebagai mana dakwah Rasulullah SAW?
Allah SWT telah mengabarkan kepada kaum Muslimin untuk meneladani Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman yang artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab: 21).
Meskipun sarana dan prasarana yang berbeda pada zaman ini, namun kalau dicermati ternyata kondisi kaum muslimin saat ini sama dengan pada masa Rasulullah SAW yaitu masyarakatnya tidak diatur dengan hukum-hukum Islam secara Kaffah. Aturan kufur yang diterapkan dalam masyarakat.
Oleh karena itu untuk mengembalikan kejayaan Islam dakwah harus mencontoh dakwah Rasulullah Saw tanpa menyimpang, walaupun hanya seujung kuku.
Adapun karakteristik dakwah Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.
Islam itu, harus disampaikan apa adanya, sesuai kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Bukan sesuai pesanan dan keinginan orang.
Dakwah Islam itu tidak boleh mencampur antara yang haq dan batil. Katakan yang Haq meskipun pahit akibatnya.
Dakwah harus disampaikan terus terang tidak bermanis muka dihadapan penguasa dzalim.
Dakwah itu harus bersungguh-sungguh, mengerahkan seluruh kemampuan bukan sesuai ‘mood’ seseorang.
Dakwah itu harus selalu dijaga kemurnian agar tidak disusupi ide yang di luar Islam.
Inilah sedikit panduan agar kemenangan Islam segera kita raih. Sungguh Kemenangan Islam tidak akan diturunkan Malaikat kepada kita, namun seiring perjuangan pengemban dakwah yang senantiasa beriman dan beramal shaleh, hingga Allah SWT menyempurnakan kemenangan Itu. ***
Wallahu a’lam bishshawab.

