* Para Jemaah Masjid Al Ghazali Unsri Ikuti Pelatihan Pengurusan Jenazah
Kliksumatera.com, PALEMBANG- ”Daun Kelor dapat Membuang Ilmu Kanuragan pada Tubuh Mayat”. Demikian yang terungkap dalam pelatihan cara-cara pengurusan jenazah yang dilaksanakan Seksi Dakwah Masjid Al Ghazali Unsri yang terletak di Jalan Srijaya Negara Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari yang diikuti para ketua RT, pengurus masjid, dan para jemaah masjid yang berjumlah 17 orang.

Pelatihan ini digelar untuk mengetahui pengurusan jenazah secara baik dan benar sebagaimana aturan syariat yang ada. Waktu pelatihan dimulai Bakda Magrib lalu dilanjutkan Bakda Isyak (Sabtu, 19/6/2021). Dan, pelatihan akan kembali dilanjutkan pada Senin malam (21/6/2021) dengan waktu yang sama. Adapun bertindak selaku instruktur adalah Ustadz Drs. RM Siddiq Abdullah.
Dalam sambutannya, Ketua Masjid Al Ghazali H. Zainuddin Nawawi yang diwakili Bendahara Masjid H. Sunarno mengatakan bahwa semoga dengan adanya pelatihan pengurusan jenazah ini maka akan dapat mewujudkan bilal (pengurus jenazah) secara profesional sebagaimana syariat dan aturan yang ada. ”Sebab, tak dapat kita pungkiri untuk menjadi bilal ini bukanlah urusan yang mudah. Karena selain harus bermental baja juga harus mampu menyimpan rahasia sehingga segala aib mayat akan terjaga. Selamat mengikuti pelatihan, semoga kita akan menjadi bilal yang baik dan benar sebagaimana aturan yang ada,” tegas H. Sunarno, singkat.

Sementara, Ustadz Siddiq dalam arahannya mengatakan bahwa selain Bilal Jenazah itu harus memiliki mental dan mampu menyimpan aib si mayat, juga harus sehat secara jasmani dan rohani serta tidak jijik. ”Sebab, tidak menutup kemungkinan, mayat yang akan kita mandikan kondisinya sudah tidak normal lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, secara teori Ustadz Siddiq ini pun membagikan buku cara-cara mengurus jenazah untuk dipelajari oleh para peserta. ”Untuk mengurangi atau menghilangkan bau pada mayat yang meninggalnya tidak normal, maka pada saat kita memandikannya dapat mengantongi sedikit labu parang. Inshaa Allah bau mayat tak lagi mengganggu kita. Sedangkan untuk melenturkan badan mayat agar lurus maka dapat kita gunakan umak teh,” ujar Ustadz Siddiq saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan peserta.
Lalu bagaimana dengan mayat yang memiliki ilmu kanuragan semasa hidup? Tanya peserta lagi. ”Selain kita gunakan daun kelor sebelum kita mandikan, juga dapat kita gunakan abu gosok dan garam. Itu bagi mayat yang bandel yang kata orang ngantu. Masih juga tidak berhasil, maka saat magrib kita tunggui kuburannya, lalu kita siapkan botol untuk menangkap asap yang akan keluar dari lubang kubur si mayat. Tapi, itu dulu. Kalau sekarang tidak ada lagi mayat yang demikian itu. Dan yang biasanya ngantu itu, bukan si mayat tapi qorinnya,” papar Ustadz Siddiq.
Pada saat pelatihan di hari pertama ini, selain memaparkan teori dan tanya jawab seputar pengurusan jenazah, juga diajarkan menggunting dan menjahit kain si mayat. Termasuk juga cara membuat tali pocong dan pakaian si mayat. Pada saat praktik pengguntingan baju mayat ini, salah satu peserta yang juga marbot masjid bernama M. Akbar menjadi contoh mayat.
Pelatihan pengurusan jenazah ini berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Apalagi di ujung pelatihan, para peserta juga disediakan kopi dan snack agar tak membuat tegang suasana.
Laporan/Posting : Imam Ghazali

