Kliksumatera.com, ASAHAN- PTPN IV Regional 2 melepas 11.453 unit alat pertanian hasil produksi Koperasi Produsen Melati Jaya Steel (MJS) di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Senin (22/6/2026). Koperasi Produsen MJS sendiri merupakan koperasi binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional 2.
Melalui kata sambutannya, Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, berharap pelepasan ribuan unit alat pertanian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kecil menengah (IKM) pandai besi lokal agar mampu memasok kebutuhan operasional perkebunan kelapa sawit secara mandiri. ‘’Hari ini merupakan momentum penting dan membanggakan bagi PTPN IV Regional 2. Ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan operasional perkebunan,” ujar Budi.
Produk alat pertanian yang dilepas pada kesempatan ini terdiri atas lima jenis alat operasional perkebunan kelapa sawit, yakni egrek, dodos, kapak, gancu, dan tojok. Seluruh produk tersebut akan didistribusikan ke unit-unit usaha PTPN IV Regional 2 melalui sistem pemesanan pre-order yang mencakup wilayah Unit Group I, II, dan III.
Menurut Budi, produk tersebut merupakan hasil dari komitmen PTPN IV Regional 2 dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Penguatan ekonomi kerakyatan, kata Budi, tidak dapat dilepaskan dari dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Karena itulah Program TJSL diarahkan untuk menciptakan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan.
Budi menjelaskan, Koperasi Produsen MJS merupakan gabungan lima kelompok IKM pandai besi di Desa Melati II yang berhasil berkembang melalui proses pembinaan berkelanjutan. Kelima kelompok tersebut adalah IKM Pandai Besi ABW (Abadi Wesi), SMK (Sejahtera Mandiri Karya), GN 999, MC XXX, dan SM (Sukses Mandala). “Melalui pembinaan, kedisiplinan, dan kerja sama kelompok usaha, masyarakat dapat meningkatkan kapasitas usahanya secara signifikan. Apa yang dicapai hari ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kualitas dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan industri secara profesional,” katanya.
Sejak awal pembentukan Koperasi Produsen MJS ini, lanjut Budi, PTPN IV Regional 2 melakukan berbagai program pendampingan. Antara lain mencakup sosialisasi dan pelatihan teknis, studi banding, penguatan kelembagaan, dukungan Sertifikasi dan pemasaran produk hingga pengembangan pemasaran.
Para pelaku IKM juga mendapatkan kesempatan mempelajari standar produksi alat pertanian modern melalui kunjungan ke sentra pandai besi yang telah berhasil menjadi pemasok industri perkebunan.
Selain itu, PTPN IV Regional 2 turut memfasilitasi pembentukan koperasi berbadan hukum, membantu proses pengurusan legalitas usaha, serta mendukung pengembangan sertifikasi produk seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang saat ini masih dalam proses.
Tidak hanya dari sisi kelembagaan, dukungan juga diberikan melalui bantuan alat produksi dan akses permodalan. PTPN IV Regional 2 tercatat menyalurkan bantuan peralatan senilai sekitar Rp 49 juta untuk mendukung modernisasi proses produksi, sekaligus memfasilitasi pinjaman modal usaha guna memastikan ketersediaan bahan baku.
Menurut Budi, pelepasan 11.453 unit alat pertanian ini bukanlah akhir dari proses pembinaan yang dilakukan Perusahaan. PTPN IV Regional 2, katanya, akan terus mendampingi Koperasi MJS agar mampu menjaga kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat tata kelola organisasi secara profesional. “Kami ingin koperasi ini terus berkembang dan menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. PTPN IV Regional 2 akan terus mendampingi agar kualitas produk semakin baik, pasar semakin luas, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat,” ujar Budi didampingi General Manager Unit Group III, Raja Suandi Dayan Purba dan Manajer Kebun Adolina, Dennis Nichova.
Menurut Plt. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, penguatan sektor UMKM merupakan salah-satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru. Karena itu, PTPN IV Regional 2 siap mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “PTPN IV Regional 2 akan terus mendukung program-program yang mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru,” katanya.
Acara pelepasan 11.453 unit alat pertanian ini turut dihadiri sejumlah unsur dari Pemkab Serdang Bedagai. Di antaranya Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Roy Christian P.S Pane, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM, Sofyan Suri, serta Camat Perbaungan, Elmiati.
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PTPN IV Regional 2 dalam membangun kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat melalui pengembangan usaha lokal yang berkelanjutan. “Kami sangat mengapresiasi langkah PTPN IV Regional 2 yang tidak hanya menjalankan program tanggung jawab sosial, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Darma Wijaya.
Laporan : Boy
Posting : Imam Gazali

