JOMBANG — Senyum tulus mengembang di wajah Bapak Kasmiyo, warga Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, saat melihat dinding dan struktur rumahnya yang mulai diperbaiki oleh anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Jumat (23/10/2026). Selama bertahun-tahun, ia bersama keluarganya menempati bangunan yang belum memadai saat musim hujan tiba, kekhawatiran selalu menyelimuti. Kini, harapan itu perlahan berubah menjadi kenyataan.
“Selama ini kami tinggal seadanya. Kalau hujan turun, bagian rumah yang rusak membuat kami tidak tenang. Sempat berpikir kapan bisa memiliki tempat tinggal yang lebih aman. Ketika mengetahui rumah saya terpilih untuk direhabilitasi melalui program TMMD, saya sangat terharu dan bersyukur,” ujar Bapak Kasmiyo dengan suara bergetar menahan haru.
Ia menyaksikan langsung personel Satgas bersama warga bekerja bahu-membahu memperbaiki bagian-bagian bangunan yang rusak, memperkuat struktur, dan membentuk hunian yang lebih kokoh. Kehadiran mereka bukan sekadar mengerjakan dinding atau atap, melainkan mengubah nasib keluarganya yang selama ini mendambakan kenyamanan sederhana.
“Melihat Bapak-bapak TNI dan tetangga datang membantu, saya merasa tidak percaya. Semangat mereka bekerja sungguh menyentuh hati. Rumah ini akan menjadi tempat yang aman bagi istri dan anak-anak saya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli pada kami,” tambahnya tulus.
Bapak Kasmiyo berjanji akan ikut merawat dan menjaga bangunan tersebut sebaik mungkin setelah selesai dibangun. Ia juga berharap kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan ini terus terjaga, sehingga persaudaraan antara warga dan TNI semakin erat.
Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa setiap perbaikan rumah bukan sekadar urusan bangunan, melainkan mengangkat martabat dan ketenangan hidup keluarga penerima manfaat.
“Ketika rumah Bapak Kasmiyo menjadi layak, maka ketenangan keluarganya juga terbentuk. Program ini kami jalankan agar tidak ada warga yang merasa tertinggal dalam kesejahteraan. Gotong royong yang terjadi di lokasi ini adalah bukti bahwa kepedulian bersama mampu mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Bagi Bapak Kasmiyo, perubahan yang sedang berlangsung bukan sekadar dinding yang baru atau atap yang kokoh melainkan awal dari masa depan yang lebih tenang, aman, dan penuh harapan bagi seluruh keluarganya.(*)

