Genap Lima Tahun Menjabat, Warga Rasakan Perubahan di Berbagai Penjuru

0
198

Kliksumatera.com, MURATARA- Lima tahun terakhir gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muratara mulai dirasakan masyarakat di berbagai pelosok. Jika sebelumnya banyak daerah mengalami krisis sumber aliran listrik, namun saat ini aliran listrik ke permukiman warga mulai stabil.

Taufik Warga Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir mengatakan, jika sebelumnya di wilayah mereka alami krisis aliran listrik, dan mengalami byarpret ketika malam, namun dalam beberapa tahun terakhir, aliran listrik sudah mulai normal dirasakan masyarakat.

“Kalau dulu setiap malam pasti spaning, listrik tidak kuat cuma bisa menghidupkan lampu. Tapi sekarang sudah bisa menyalakan TV, listrik sudah normal,” katanya, Jumat (18/9).
Pihaknya berharap, Pemerintah terus meningkatkan pembangunan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Warga mengaku, kendati aliran listrik di wilayah mereka masih kerap alami byar pret namun rasio itu sudah mulai berkurang dan hanya terjadi ketika momen tertentu seperti saat hujan lebat dan bencana alam. “Mungkin kabel jaringan terkena dahan pohon jadi smati lampu, tapi untuk daya sekarang sudah sangat normal,” timpalnya.

Pihaknya berharap, selain peningkatan jaringan listrik di permukiman warga. Mereka juga meminta Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan. “Di wilayah kami tinggal masalah jalan yang belum selesai. Karena di Rawas Ilir banyak jalan belum di aspal dan masih berupa jalan tanah,” pintanya.

Apriyadi warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengaku, saat ini LPJU sepanjang jalinsum Muratara, Khususnya di ibu kota Kabupaten, dalam kondisi terang. Sejumlah LPJU yang terpasang sudah berfungsi maksimal.

“Wilayah ibu kota Muratara sekarang idak gelap lagi, lampu-lampu jalan sudah terang. Warga nyaman dan aman beraktivitas. Sekarang banyak warga berjualan, kalau malam di wilayah ibu kota, sudah ramai,” timpalnya.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas PU Cipta Karya, Amrulah mengungkapkan, suplai aliran listrik di wilayah Muratara saat ini sudah dialiri dari dua sumber. Seperti jalur Suralangun-Nibung, dan Linggau-Nibung.

“Tegangan listrik kita sudah cukup baik, dan sampai ke permukiman sekitar 180-220 Volt. Namun kondisi itu juga ada dampak negatifnya, kabel jaringan kita mudah terbakar jika terkena tanam tumbuh dan mengakibatkan gangguan pemadaman,” ujarnya.
Jjika sebelumnya gangguan listrik, pernah terjadi di beberapa wilayah Muratara, seperti Desa Belani, Batu Kucing, Air Bening, Sungai Kunyit, dan Sungai Lanang. “Namun kondisi itu bisa atasi dengan dua jalur aliran listrik,” timpalnya.

Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyatakan, di 2020 sudah 100 persen wilayah Kabupaten Muratara sudah dibangun jaringan listrik. Pihaknya berjanji akan terus memfokuskan pembangunan dasar di masyarakat, sepetti infrastruktur dasar jalan, jembatan, listrik, air bersih, kesehatan,pendidikan dan lainnya sesuai dengan visi dan misinya.

“Saya ikhlas sebanyak-banyaknya anggaran dicurahkan untuk kepentingan masyarakat. Saya ingin masyarakat sejahtera, aman, nyaman, religius dan bermartabat,” tegas H Syarif Hidayat.

Selain fokus infrastruktur dasar pemda juga utamakan pembangunan nonfisik. “Dengan pembangunan SDM kita memanusiakan manusia,” tandasnya.

Laporan : Junaidi/Ril
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here