Kliksumatera.com, PAGARALAM- Mulai hari ini Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono meningkatkan status Gunung Dempo di Kota Pagaralam menjadi Waspada (Level II), terhitung 7 Januari 2022, pukul 10.00 WIB.
Hal itu disampaikan kepada Sekum Menteri ESDM, Kepala BNPB, dan Gubernur Sumatera Selatan serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI di Jakarta, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Wali Kota Pagaralam, Bupati Lahat, dan Bupati Empat Lawang.
Lebih lanjut disampaikan hasil evaluasi kegiatan G. Dempo di Provinsi Sumatera Selatan, periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 sebagai berikut.
I. Pendahuluan Gunungapi Dempo (G. Dempo) di Sumatera Selatan secara geografis puncak nya terletak pada posisi 103°08’ BT dan 04°02’ LS dengan ketinggian 3.049 m. Secara administrasi termasuk kedalam wilayah Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Letusan G. Dempo tercatat sejak tahun 1818 dan hingga kini telah terjadi 21 kejadian erupsi dengan selang waktu erupsi terpendek satu tahun dan terpanjang 26 tahun. Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 1 Januari 2009 pukul 10:45:51 WIB. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan kegempaan berupa pemunculan getaran Tremor Menerus selama bulan April hingga September 2021.
Karakter letusan G. Dempo dominan erupsi freatik yang berlangsung secara tiba-tiba, singkat, tidak didahului oleh gejala peningkatan (precursor) yang jelas. Erupsi menghasilkan material lumpur belerang, piroklastik dan air dari danau kawah yang dapat membahayakan jiwa. Material erupsi tersebar secara lokal hanya di sekitar pusat letusan/kawah.
II. Pemantauan Visual Selama 1 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, pada saat cuaca cerah tidak teramati adanya hembusan gas/asap dari arah kawah/puncak. Pada tanggal 3 Januari 2022 teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari atas puncak. Hembusan tidak berlangsung menerus, pada 4 hingga 6 Januari 2022 tidak teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak.
III. Pengamatan Instrumental Jenis gempa yang terekam selama periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 (Lampiran 1) yaitu Gempa Hembusan, Low Frequency, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 – 2 mm (dominan 0.5 mm) mulai terekam pada tanggal 4 hingga 6 Januari 2022.
IV. Evaluasi Pengamatan visual menunjukkan adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah/puncak, seiring dengan kemunculan getaranTremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal. Hasil spektogram gempa G. Dempo dari tanggal 1 hingga 6 Januari 2022 menunjukkan energi gempa frekuensi rendah yang meningkat sejak tanggal 3 Januari 2022 (Gambar 2), yang berasosiasi dengan adanya input fluida yang bersifat mendadak (tidak gradual) dan terespon langsung ke permukaan
V. Potensi Ancaman Bahaya Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak. Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah (Gambar 3).
VI. Kesimpulan dan Rekomendasi 1. Hasil pemantauan visual dan kegempaan menunnjukkan adanya kenaikkan aktivitas, dan dinilai tingkat aktivitas G. Dempo dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) terhitung sejak tanggal 7 Januari 2022, pukul 10.00 WIB. 2. Dalam tingkat aktivitas Waspada (Level II) masyarakat/pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1 km dari kawah, serta arah bukaan kawah sejauh 2 km ke sektor utara.
3. Pemantauan secara intensif terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengevaluasi aktivitas G. Dempo dan antisipasi jika terjadi kenaikkan aktivitas vulkanik yang lebih signifikan. 4. Masyarakat di sekitar G. Dempo diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Dempo, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan BPBD Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang. 5. Pemerintah Daerah dan BPBD Propinsi Sumatera Selatan dan BPBD Kota pagar Alam, Kabupaten lahat, dan Kabupaten Empat Lawang agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, atau Pos Pengamatan Gunungapi Dempo di Jl. Laskar Bejo Kasan, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagar Alam, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. 6. Informasi dan perkembangan aktivitas vulkanik G. Dempo dapat diakses melalui website magma.esdm.go.id atau aplikasi android Magma Indonesia.
Laporan : Yudi/Faisal/Rilis
Posting : Imam Ghazali

