Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah)
Kata Terorisme memanglah sudah tidak asing di telinga, begitu pun para pelakunya yang sering baru disebut terduga namun, sudah dicap macam-macam. Anehnya setiap para terduga Teroris tersebut adalah umat Islam yang memiliki pemikiran bersebrangan dengan pemikiran ala liberal yang saat ini, menjadi kepemimpinan berfikir kebanyakan manusia, termasuk mereka yang berkuasa di negeri-negeri muslim. Isu Terorisme memanglah tidak dipungkiri selalu dikaitkan dengan Islam ulama dan ajarannya, sebagai contoh. Beberapa penangkapan terduga teroris banyak yang diasosiasikan dengan Islam, baik itu tokoh ulama, dana zakat, kebun kurma, MUI, dan pemahaman Khilafah juga jihad.
Seperti baru-baru ini. Isu terorisme kembali ramai diperbincangkan setelah penangkapan tiga ulama yang dianggap terduga teroris, yakni Ahmad Zain an-Najah (AZA), Anung al-Hamad (AA), dan Farid Ahmad Okbah (FAO). Dan salah satunya merupakan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) (Republika.co.id, 21/11/21).
Penangkapan tiga ulama tersebut bahkan berujung seruan untuk membubarkan MUI. Realitas ini semakin menunjukkan bahwa isu terorisme dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyerang keberadaan Islam dan kaum Muslim di nusantara. Kekisruhan yang terjadi menampakkan kebencian terhadap Islam.
Meski pada umumnya mereka mengelak, bahwa Terorisme tak pernah di kaitkan dengan agama tertentu, namun pada faktanya memang itulah yang terjadi. Berbeda ketika aksi teror itu nyata terjadi di Papua hingga kini OPM tak juga dianggap Teroris, meski telah banyak kerusakan bahkan nyawa warga sipil yang melayang karena keberadaan mereka.
Alhasil, Terorisme ini telah menyebarkan keraguan kepada kaum Muslim yang awam akan kebenaran Islam, serta menciptakan islamofobia dalam benak kaum Muslim. Begitu banyak kaum muslim yang akhirnya takut dengan agamanya sendiri, dan memilih hidup dijalan tengah. Dengan tetap beragama Islam namun tak menerapkan hukum Islam. Sebab begitulah opini yang dibangun ditengah-tengah umat, bahwa Islam begitu menyeramkan ketika diterapkan secara kaffah dan para penyerunya itulah teroris radikal. Sungguh opini yang menyesatkan.
Sekularisme Kapitalisme Biang Masalah
Maka, sudah sepatutnya untuk menelaah kembali pandangan hidup bangsa ini. Sebab, beragamnya kezaliman yang terjadi beranjak dari kesalahan memilih pandangan hidup dalam mengatur kehidupan. Sekularisme yang menjadi landasan pandangan hidup bangsa ini terbukti hanya menghasilkan persekusi secara masif dan terstruktur terhadap Islam. Islamofobia menjadi tujuan akhirnya.
Sementara, kapitalisme hanya menjadikan hubungan antara penguasa dan rakyat tak ubahnya seperti hubungan jual beli semata. Negara lepas tangan dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Dalam kapitalisme, pendidikan, kesehatan, dan keamanan baru memiliki kualitas tinggi bila rakyat memiliki dana pribadi yang cukup untuk mendapatkannya. Problematika negara sangat kompleks dalam sistem kapitalisme ini. Namun lagi-lagi yang menjadi tersangka terbesar tetaplah umat Islam yang kritis, bukan akar dari kerusakan dan biang masalah itu sendiri yang diperbaiki.
Islam Agama Rahmatan Lil Alamin
Meski, umat Islam selalu saja menjadi tertuduh namun umat mayoritas negeri ini, masih lah pantas disebut umat yang damai, sebab begitu banyaknya kasus dinegeri ini pun tidak disebabkan oleh mereka yang seringnya dilebeli teroris radikal, dan mereka juga tidak serta merta membuat kerusakan dinegeri ini, namun mereka masih menempuh jalan dakwah, sebagaimana dakwah yang Rasulullah dan para sahabat contohkan.
Sungguh, Islam merupakan agama yang damai. Namun bukan juga berarti umat Islam tidak boleh marah ketika Islam dan syariatnya dihinakan, namun meski demikian Islam tetap mengatur bagaimana dalam memerangi para musuh-musuh Islam, yakni dimulai dari jalan damai tidak serta merta melakukan menyerangan, yang dapat melukai warga sipil, wanita dan anak-anak. Bahkan dalam hal jihad pun Islam mengatur, jadi mana mungkin agama ini adalah agama yang keras agama yang mengajarkan aksi terorisme? sungguh terorisme bukanlah ajaran Islam, ini hanyalah upaya para musuh-musuh Islam untuk mencegah umat paham dengan agamanya yang sempurna dan paripurna, dengan membuat citra buruk tentang Islam terlebih Khilafah dan Jihad.
Yakni, dengan mempersekusi ulamanya, dengan melebeli setiap yang bersebrangan dengan penguasa adalah Teroris, Radikalis. Hal ini adalah merupakan upaya pembendungan kebangkitan Islam, mereka para pembenci Islam begitu takut bila Islam kembali tegak dan kembali menjadi rahmatan lil alamin, seperti halnya dulu ketika diterapkan hampir 13 abad lebih.
Maka dari sinilah, umat harus sadar dan melihat sesuai fakta. Tidak hanya menjadi pendengar apalagi mengikuti arus opini menyesatkan, yang mencoba membangun kebencian terharap Islam, syariah dan para ulamanya. Wallahu alam ….

