Kliksumatera.com, BANYUASIN- Menjaga imunitas di tengah Pandemi Covid-19, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr Fitri Askolani mengajak masyarakat mengonsumsi telur ayam kampung dan madu. Selain untuk terbiasa dengan kebiasaan dengan tetap menjaga kebersihan dan disiplin dengan protokol Covid-19.
“Aktivitas kita harus berjalan seperti biasa, maka kuncinya agar terhindar dari Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan yang paling penting disiplin menerapkan protokol Covid-19,” kata dr Fitri saat bersama Kepala Dinas Kesehatan Dr dr Rini Pratiwi M.Kes menjadi narasumber dalam acara Suara Sriwijaya dengan tema Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19, yang disiarkan secara live di TVRI Palembang, Selasa (7/7) kemarin.
Istri Bupati Banyuasin H Askolani membagikan tip sehat keluarganya di tengah Pandemi Covid-19. Menurutnya, bahannya murah dan muda didapat yakni telur ayam kampung dan madu hutan yang masih murni.
“Aktivitas saya, apalagi Pak Bupati Askolani itu sangat padat. Setiap hari keliling Banyuasin dalam melayani masyarakat. Stamina harus fit terus. Maka solusinya dengan mengonsumsi telur ayam kampung setengah matang dicampur madu yang masih murni, Insya Allah sehat dan segar,” katanya.
“Telur ayam kampung dan madu banyak di desa-desa, jadi tidak susah untuk didapat,” tambah dokter lulusan Unsri ini.
Di samping itu, tetap mengonsumsi makan makanan yang bergizi seperi sayur-mayur, buah-buahan, dan jenis makanan yang mengandung protein. Dan ditambah olah raga ringan.
Covid 19 jelas dokter Fitri mempunyai dampak positif dan negatif dalam kehidupan kita, dampak positifnya kita lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih, waktu kumpul keluarga lebih banyak bisa makan bersama, ibadah bersama hingga nonton tv bersama di rumah serta hal positif lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, tentu kita tidak bisa beraktivitas bebas seperti biasanya semua dibatasi. Kemudian yang paling dahsyat itu dampak ekonomi bagi masyarakat, semua penghasilan masyarakat jadi berkurang bahkan banyak yang tidak ada penghasilan lagi seperti usaha tutup, korban PHK, dan sebagainya.
Untuk mengatasi dampak ekonomi ini terang Fitri, Bupati Banyuasin H Askolani dan jajarannya sudah mengucurkan bantuan BLT BB dan BLT DD serta bantuan sosial dari Kemensos.
“Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Bupati (BLT BB) kepada 22.952 KPM, BLT Dana Desa 43.014 KPM dan bantuan pangan 52.229 KPM. Total penerima bantuan sosial dari Pemkab Banyuasin berjumlah 118.195 KPM atau sekitar 80 persen lebih dari jumlah Kepala Keluarga yang tersebar di 21 Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin,” jelasnya.
“Sebagai umat Islam, kita harus yakin ini kehendak yang kuasa dan tentu rencana baik dari-Nya untuk kita sebagai umat. Kuncinya sabar dan terus berdoa mohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT,” ajaknya.
Sementara itu, Kadinkes Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi MKes menjelaskan bahwa tingkat penularan Covid-19 kondisinya masih rendah dibanding Provinsi. Nilai reproduksi efektif (Rt) kita dibawa 1 sekitar 0,9. Artinya transmisi atau penularan kurang dari satu orang. Intinya kondisi di Banyuasin saat ini dalam keadaan relatif aman dengan jumlah penularan semakin turun.
“Meski Banyuasin realtif aman karena jumlah penularan menurun dan tingkat kesembuhan sudah di atas 50 persen, namun yang perlu masyarakat pahami bahwa kita tetap mengedepakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol Covid harus tetap dijalankan,” tegasnya.
Langkah-langkah atau kiat sembuh di atas 50 persen jelas Kadinkes, Kabupten Banyuasin mendapat apreasiasi cukup baik dari gugus tugas provinsi karena keaktifan dalam menangani Covid-19 tersebut.
Gugus tugas Kabupaten Banyuasin kerja
luar biasa bukan hanya Dinkes saja tapi dibantu OPD lain yang juga kerja luar biasa. ”Kami juga perlu mengapresiasi kawan-kawan di RSUD Banyuasin, di puskesmas, di kecamatan dan desa tangkal Covid yang semuanya sudah kerja sangat maksimal dalam menangani Covid tersebut,” paparnya.
Langkah yang dilakukan lanjut dokter Rini, dalam pemeriksaan warga yang kontak dengan pasien Covid, aktif bahkan dinilai sangat aktif dari Gugus Tugas Provinsi, sehingga penyelurusan satu komfirm positif sangat agresif dan kita bisa pengendalikan penularannya. Lalu dilakukan pemeriksaan rapid test, pemeriksaan sample swab, dan pemeriksaan VCD jumlahnya banyak ini juga jadi penentu keberhasilan.
Kemudian, penatalaksanaan di RSUD dan Puskesmas sangat baik dari perawatan pasien positif, hingga melakukan isolasi mandiri.
“Dari langkah-langkah ini, alhamdulillah angka kesembuhan kita semakin baik dan penuluran semakin kecil. Namun demikian, kita tetap mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tentu menerapkan pola PHBS secara baik,” tandasnya.
Laporan : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali

