Klisumatera.com PALEMBANG – Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama di Ballroom Hotel Ayola Sentosa Palembang, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan persatuan di tengah dinamika organisasi yang terjadi di tingkat nasional.
Acara ini turut dihadiri pendiri sekaligus Ketua Umum ILDI, Ibu Korizenka Wattimena atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kootje Watimena, yang datang langsung memenuhi undangan Ketua ILDI Sumsel Hj. Eryn Sukma SH., SE.
Dalam kesempatan tersebut, Kootje Watimena menyampaikan apresiasinya terhadap soliditas ILDI Sumatera Selatan yang dinilai mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Saya diminta oleh Ketua ILDI Sumsel, Ibu Hj. Eryn, untuk hadir di sini dengan maksud mempererat kesatuan. Kita memang sedang menghadapi beberapa persoalan, tetapi Sumsel berdiri di tempat yang benar. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini Sumsel bisa menjadi contoh bagi seluruh Indonesia bahwa kita boleh berbeda, tetapi tetap satu,” ujarnya.
Menurut Kootje, langkah dansa bukan sekadar aktivitas seni atau hiburan, tetapi juga sarana menjaga kesehatan jasmani dan rohani bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
“Langkah dansa ini sangat berguna untuk kita supaya sehat dan bugar. Kalau kita sehat, kita akan bahagia dan umur panjang. Di dalam langkah dansa tidak ada perbedaan kalangan atas atau bawah, yang penting semua bergerak,” katanya.
Ia menjelaskan, gagasan mendirikan ILDI berangkat dari keinginannya agar dunia dansa tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Saya membentuk ILDI karena dunia dansa itu dulu ada di level menengah ke atas. Visi saya bukan hanya middle up yang bisa berdansa, tetapi masyarakat grassroot juga bisa bergerak bersama. Tujuannya sederhana, untuk sehat dan bugar,” jelasnya.
Kootje juga menambahkan bahwa aktivitas langkah dansa memiliki manfaat bagi kesehatan mental, karena melibatkan konsentrasi dan kemampuan menghafal gerakan.
“Kalau kita menghafal gerakan, otak kita bekerja. Itu membuat kita kuat dan tidak mudah pikun,” katanya.
Terkait perkembangan organisasi, Kootje menegaskan bahwa ILDI tidak dibangun untuk kompetisi antarkomunitas, melainkan sebagai ruang kebersamaan dan kesehatan.
“Tidak perlu bersaing dalam dunia dansa. Semua orang bisa belajar dan mampu menari. Jangan merasa paling hebat, karena kita semua masih belajar,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, ILDI telah memiliki cabang di 22 provinsi di Indonesia. Namun, organisasi tersebut juga tengah melakukan proses pembenahan internal, baik dari sisi mental anggota maupun pemahaman terhadap visi organisasi.
“Pembenahan itu penting, terutama pembenahan mental dan pemahaman organisasi. ILDI bukan untuk mencari uang atau kepentingan pribadi, tetapi untuk menggerakkan masyarakat agar sehat,” katanya.
Ia juga berharap ILDI Sumatera Selatan dapat terus menjadi contoh dalam menjaga kekuatan organisasi sekaligus konsistensi praktik langkah dansa di masyarakat.
“Figur organisasi harus kuat, dan praktik langkah dansanya juga harus jelas. Dan saya mohon jangan lagi menggunakan istilah line dance, tetapi tetap ‘langkah dansa’, karena itu bahasa Indonesia yang harus kita angkat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua ILDI Sumsel Hj. Eryn Sukma SH., SE menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh anggota ILDI di Sumatera Selatan.
Menurutnya, semangat persatuan dan kesehatan melalui gerakan langkah dansa akan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
“Kami ingin ILDI Sumsel tetap solid dan terus mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui langkah dansa. Ini bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana kebersamaan dan silaturahmi,” ujar Eryn.
Kegiatan ini juga tak lupa mengundang Dispora Propinsi yg pada kesempatan kali ini dihadiri oleh Bapak Aprizal Yunanda, yang juga merupakan Ketua Inorga PERBAFI Sumsel.
Dan tak lupa yang selalu ada bersama ILDI adalah KORMI Sumsel yang pada kesempatan kali ini dihadiri oleh Bapak Eko Agus Sugianto, beliau adalah Sekretaris Umum KORMI SUMSEL yang di ketuai oleh ibu Samantha Tivani Herman Deru.
ILDI merupakan inorga yang memprakarsai terbentuknya kembali KORMI di Sumsel dan salah satu inorga yg sangat aktif karena setiap bulan selalu ada kegiatan yg bertujuan memasyarakatkan Langkah Dansa dan melangkah dansakan masyarakat sehingga memperoleh tubuh yg sehat dan bugar ungkap Eko Agus.
Melalui kegiatan tersebut, ILDI Sumsel berharap dapat terus memperkuat peran komunitas dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman anggota di berbagai daerah.
ILDI Masih memiliki pekerjaan rumah untuk membentuk kepengurusan di 6 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Namun melihat kesungguhan ILDI Sumsel dalam menggerakkan organisasi, bukan hal yang sulit untuk mewujudkannya dalam waktu yang tidak terlalu lama, ungkap Eko Agus.
Dalam kesempatan tsb, ILDI Sumsel memberikan apresiasi dan penghargaan bagi pegiat serta instruktur yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan line dance atau langkah dansa di tahun 2025, yang dibacakan oleh Sekretaris ILDI Sumsel, Ibu Wiwin Purwanti, S.Pd.
“Momentum ini juga menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi bagi seluruh keluarga besar ILDI Sumsel, sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam membina pegiat line dance agar semakin berprestasi di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.”tutupnya. (Akip)

