* Sebab diduga Gunakan Aspal Dingin
Kliksumatera.com, PAGARALAM– Proyek Pengerjaan lanjutan pengaspalan Jalan Jangkar – Ayik Salak dan Cawang Lama dipertanyakan kualitasnya. Sebab diduga aspal yang digunakan adalah aspal dingin yang pengerjaannya terkesan dipaksakan karena sudah menjelang akhir tahun. Dengan menggunakan Dana APBD Pagaralam Tahun anggaran 2019 yang dikerjakan oleh CV Kayla Putri Asmari Rp 4.5 miliar dan Jalan Masik Siagim dikerjakan oleh CV Duta Mandiri Perkasa menggunakan dana APBD Kota Pagaralam Tahun 2019 sebesar Rp 4 miliar. Proyek jalan tersebut diduga tak sesuai rencana anggaran biaya (RAB), baru selesai dikerjakan aspal sudah terkelupas.

Pantauan media ini di lapangan, proyek jalan tersebut memang belum habis masa pemeliharaan karena baru akan berakhir bulan April 2020 mendatang. Tampak di beberapa titik, badan jalan sudah mengelupas, Minggu (26/01/2020).
Salah satu masyarakat pengguna jalan tersebut yakni Rianto mengatakan, Proyek Jalan tersebut dikerjakan terkesan asal asalan atau tidak sesuai RAB dan tidak menggunakan tenaga ahli serta kurangnya pengawasan dari Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Terbukti jalan tersebut baru selesai dikerjakan, sudah mengelupas di beberapa titik dan sisi jalan,” nilai Rianto kepada Kliksumatera.com.
Dia berharap Dinas terkait benar-benar melakukan pengawasan agar mendapatkan kualitas pekerjaan yang maksimal dan memuaskan bagi pengguna Jalan. “Jika pekerjaan pengaspalan jalan dikerjakan sesuai RAB tentu hasilnya bagus dan tidak mengelupas Pak,” pungkasnya.
Laporan : Faisal
Editor/Posting : Imam Ghazali

