Kliksumatera.com, PALEMBANG- Tidak banyak tempat ibadah yang ada di kampung-kampung di Kota Palembang yang rutin menggelar Dzikir Tauhid/Tobat dan Ratib Saman, apalagi waktunya saat Bakda Magrib.

Namun tidaklah demikian dengan jemaah Mushola Muawanah yang ada di kawasan Jalan Kapten Arifai Lr. Karya Kel. 26 Ilir D-1 Palembang. Dengan dipimpin oleh KH. Syaiful Imron dan dimoderatori Ustadz Eddy dari Forsidaqo (Forum Silaturahmi Dai dan Qori), maka pengajian ini tetap rutin dilaksanakan pada setiap Hari Minggu 2 hingga ke-4 setiap bulannya dengan dzikir taubat, dan Minggu pertama setiap awal bulan mengumandangkan Ratib Saman.

Hal itu sebagaimana terlihat pada Minggu (13/11/22). Pengajian ini pun berlangsung diikuti oleh para kaum muslim dan muslimah. Kali ini KH Syaiful usai memimpin dzikir bakda Magrib langsung memberikan tausyiah dengan judul ”MENJADI JURU BAHASA AF’AL ALLAH” yang merupakan kupasan dari salah satu karya Kyai Kota Palembang KH Zen Syukri.

Dalam salah satu uraian materinya, KH Syaiful Imron mengajak kepada setiap pribadi yang memperoleh cahaya iman untuk menelaah tentang kehidupan dengan segala perubahannya. ”Hal itu agar terbuka dinding atau tirai, antara yang berbuat dengan yang dibuat, antara makhluk dengan Sang Kholiknya,” ujar Syaiful.
Selain itu KH Syaiful juga mengajak para jemaah agar tidak tergelincir pada syirik khafi. ”Yakni syirik yang tidak menyembah patung atau berhala, namun menduakan Allah SWT pada perbuatannya. Contohnya, orang yang sembuh dari sakit atau air pasang menjadi surut dan sebaliknya, mereka memandang itu bukan dari Allah SWT tetapi terjadi dengan sendirinya. Dalam kondisi yang demikian, Allah SWT ditinggalkan atau tidak dikaitkannya dengan af’al Allah SWT. Itulah salah satu contoh menduakan Allah dengan perbuatan. Semoga kita tidak termasuk pada golongan syirik khafi ini,” tandas KH Syaiful Imron.
Pengajian Dzikir Taubat dan Ratib Saman ini selalu terbuka untuk umum. ”Silakan yang ada waktu dan ingin menambah wawasan tentang keagamaan terkhusus masalah tauhid untuk mengikuti pengajian ini,” tambah Ustadz Eddy.
Laporan/Posting : Imam Gazali

