Kliksumatera.com, LAHAT- Dugaan penyimpangan pembangunan Proyek Dam 1 Air Pangi di Desa Pandan Arang, Kecamatan Kikim Selatan, Lahat, nampaknya mulai menjadi sorotan Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketua DPW GNPK RI Provinsi Sumsel, Aprizal Muslim menegaskan, akan menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut, dengan melakukan aksi demo di Kajati Sumsel untuk meminta pihak Kajati Sumsel melakukan penyelidikan. “Yang kita ketahui hampir Rp 2 miliar anggaran proyek itu, diduga speknya pun tidak memenuhi mutu standar,” ungkap Aprizal Muslim.
Dia menambahkan, jika secara teknis di lapangan mobil molen tidak bisa masuk ke lokasi proyek, mengapa lanjut dia, Deco bisa masuk. “Inikan aneh, dan kami menduga material pembangunan proyek ini hampir 75 persen tercampur dengan lumpur. Dan material pembangunan itu sendiri diambil dari mana jika mobil pengangkutnya tidak bisa masuk ke lokasi proyek,” terangnya.
Aprizal Muslim pun menegaskan, pihaknya akan memposisikan dalam waktu dekat ini akan melakukan demo di Kajati Sumsel. “Jangan melakukan pembelaan demi mencapai kepentingan pribadi. GNPK RI tinggal menunggu masa PPKM pandemi Covid-19 selesai, Inshaa Allah di pertengahan Agustus ini kita gelar aksi demo ini,” tukas Aprizal Muslim.
Sementara itu, terkait tudingan pengerusakan yang dilakukan oleh ke 4 Kades dan akan dilaporkan oleh pihak kontraktor di Polda Sumsel, Iswandi Kades Nanjungan mengungkapkan jika hal itu adalah hak dari kontraktor.
Dia mengatakan, apa yang dilakukan adalah untuk membuktikan adaya dugaan penyimpangan. “Kami merasa apa yang kami lakukan itu benar untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pembangunan Dam 1 Air Pangi. Dan itu sudah kami buktikan di lapangan,” jelas Iswandi.
Laporan : Idham
Posting : Imam Ghazali

