Kliksumatera.com, KEPRI– Pelaku penyerangan Ustaz Abu Syaid Chaniago di Masjid Jami’ Baitusy Syukur Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, sudah diamankan di Polresta Barelang sesaat setelah penyerangan tersebut dilakukan pada, Senin (20/09). Namun saat hendak digiring oleh kepolisian, pelaku sempat mengatakan bahwa dirinya adalah penganut paham komunisme.
“Saya komunis,” katanya saat pelaku terlihat tampan penyesalan saat hendak dimintai keterangan oleh polisi.
Pihak kepolisian juga saat ini tengah memeriksa kediaman pelaku yang diketahui berada di seputaran Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam. Selain itu, Ustadz Abu Syaid Chaniago saat ini juga terlihat datang didampingi para pengurus masjid untuk dimintai keterangan. Jafar sang penjaga Masjid Jami Baitusy Syukur Jodoh juga turut diperiksa sebagai saksi dalam kejadian tersebut.
Pemeriksaan mereka berjalan kurang lebih sekitar satu jam. Usai diperiksa, Ustadz Abu Syaid Chaniago menyatakan bahwa saat ini kasusnya sudah diserahkan ke polisi. Laporan resmi telah dibuat. “Tadi dimintai keterangan, dan saya serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib. Nanti dulu ya mas, saya mau salat,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Uztadz Abu Syaid Chaniago dipukul seseorang saat mengisi ceramah di Masjid Jami’ Baitusy Syukur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB jelang jadwal Salat Dzuhur.
Jafar, petugas keamanan di Masjid Jami’ Baitusy Syukur mengatakan, dia baru mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara gaduh di dalam masjid. Menurutnya, pelaku lebih dulu diamankan oleh peserta pengajian yang diisi oleh ibu-ibu. “Sempat dipukul juga sama ibu-ibu itu. Sebelum makin parah, langsung saya amankan,” katanya.
Sumber : Winarto/Rilis
Posting : Imam Ghazali

