Oleh : Letkol Inf. Eko Budianto M.I.P., (Dansatgas TMMD 126 Kodim 0417/Kerinci)

Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, pernah ada harapan yang terpendam di balik lumpur dan dinding lapuk. 30 Hari harapan itu dihidupkan kembali oleh gemuruh alat berat dan suara canda tawa. Di bawah naungan Gunung Kerinci, TMMD ke-126 Kodim 0417/Kerinci telah menorehkan babak baru: bukan hanya dalam laporan proyek yang tuntas 100%, melainkan di dalam hati setiap warga. Ini adalah kisah tentang ikatan batin yang terjalin antara 112 prajurit TNI, personel Polri, dan puluhan warga, yang menjadikan keringat gotong royong sebagai mata air kehidupan baru.
Ketika ’Seadanya’ Menjadi ’Mewah’
”Alhamdulillah rumah saya dulunya sering basah dinding seadanya, sekarang sudah layak, dan sangat mewah saya rasakan,” ucap Yornel dengan suara bergetar karena haru.
Bagi Yornel, rumah yang diperbaiki oleh Satgas TMMD, termasuk Sertu Gusnitar Jaya, bukan hanya perbaikan fisik. Ia adalah restorasi martabat. Dinding yang tak lagi lembap, atap yang kokoh, dan bantuan tulus dari Letkol Inf Eko Budianto S.I.P, M.I.P (Dansatgas) telah mengubah babak hidupnya. Ini adalah bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata meringankan beban.
Pahatan 800 Meter di Jantung Ekonomi Desa
Di RT 10 Dusun Sungai Ampuh, tempat tinggal Etmar Haryanto (36 tahun), seorang petani, yang juga mendapat bantuan pembangunan MCK, jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 8 meter kini membentang.
Kepala Desa Rudi Hartono mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam: ”Sekarang masyarakat bisa pergi ke ladang menggunakan motor tanpa takut licin saat hujan,”. Jalan yang dikerjakan dengan Excavator dan Buldozer ini adalah pembuka akses rezeki, penekan biaya transportasi, dan penguat harapan ekonomi bagi petani seperti Etmar.
Sementara itu, program Ketahanan Pangan TMMD turut menjangkau PNS berusia 45 tahun, Pak Kamba dari Talang Lindung, menunjukkan bahwa program TMMD menjangkau semua lapisan, menyatukan semangat kemandirian dan gotong royong di berbagai sektor masyarakat.




Pembawa Air Kehidupan, Penghapus Dahaga Desa
Di tengah suara bising alat berat yang meratakan jalan, ada misi kemanusiaan yang lebih sunyi namun sangat mendasar. Di Desa Sungai Jernih dan desa-desa tetangga, air bersih sering kali menjadi barang mewah.
Salah satu sumur bor strategis dari program unggulan Kasad ini kini hadir di RT 07 Dusun Sungai Jeruang, Desa Sungai Jernih, dan akan sangat membantu Ibu Nasibah yang kini berusia 73 tahun dan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Air bersih kini tak perlu lagi dicari jauh-jauh.
Sertu Noveri hadir sebagai pahlawan air bersih yang menghapuskan dahaga desa. Dengan suksesnya pembangunan 5 titik Sumur Bor yang strategis disebar untuk memenuhi kebutuhan krusial, termasuk di Masjid Jamik Sertu Noveri telah membawa air kehidupan yang tulus.
“Warga senang dan sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Satgas TMMD, karena dengan adanya sumur ini, kebutuhan air di masjid dan desa bisa terpenuhi dengan lebih baik, apalagi di musim kemarau,” ujar Noveri, merasakan kelegaan yang sama dengan penduduk desa.
Kehadiran air bersih ini adalah fondasi kesehatan, yang juga langsung mendukung sasaran non-fisik krusial: Penyuluhan Kesehatan dan Penurunan Angka Stunting.


Warisan Sejati: Semangat Gotong Royong yang Tak Berakhir
Pada penutupan TMMD yang meriah, Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., (Danrem 042/Gapu), berpesan, menggarisbawahi bahwa hasil fisik (seperti RTLH, jalan, Lapangan Sepak Bola, dan Pos Ronda) hanyalah bagian dari cerita.
”Semangat kebersamaan ini jangan berhenti sampai di sini. Mari terus tumbuhkan rasa memiliki dan menjaga hasil pembangunan agar bermanfaat dalam jangka panjang,”.
Pesan tersebut adalah inti dari TMMD: ikatan batin yang terjalin antara 112 prajurit dengan puluhan warga kini menjadi fondasi sosial. Dengan tuntasnya semua sasaran, yang tersisa di kaki Gunung Kerinci bukanlah kenangan akan kedatangan TNI, melainkan warisan gotong royong yang akan terus dijaga oleh masyarakat Sungai Jernih dan sekitarnya. ***


