Oleh : Sri Pertiwi
Saat ini kapitalis telah membuat kehidupan manusia sangat menderita. Akhlak dan Ekonomi kapitalis telah melahirkan kemiskinan yang mengerikan. Karena kemiskinan, membuat banyak perempuan bertamba terpukul di dalam menghadapi suami uring-uringan yang sering KDRT Disebabkan aturan Kapitalis yang selalu menyusakan kaum laki-laki dan perempuan.
Akhirnya terpaksa kaum perempuan bekerja dan meninggalkan peran utama sebagai Ibu. Bahkan tak sedikit pun di antara mereka dan hilang naluri keibuannya, bakan tak sedikit di antara mereka yang telah mengeksploitasi dirinya untuk mendapatkan uang demi menutupi seluruh kebutuhannya.
Kemiskinan struktural yang menciptakan sistem ekonomi Kapitalisme pun turut memaksa kaum perempuan terjun dalam dunia kerja yang keras tersebut dan menjadikan para budak Kapitalis. Sedangkan mereka tidak bisa melepaskan kodratnya sebagai istri sebagai suami dan ibu anak-anak mereka. Dampaknya bisa dibayangkan. Kaum perempuan banyak yang terjebak dalam dilema peran ganda. Kualitas keluarga sebagai basis masyarakat pun dipaksa menjadi taruhannya.
Hal ini kemudian diperparah dengan penyebarluasan pemikiran keadilan dan kesetaraan gender (KKG) ini semua yang membuat suksesnya penjajahan Kapitalis. Pemikiran inilah yang berhasil memprovokasi kaum perempuan untuk keluar rumah mereka, ini yang membuat kaum perempuan menanggalkan kemuliaan ke-iffah-an mereka dan menangalkan kebanggaan sebagai menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga.
Bahkan mereka berhasil menebar fitnah dan memprovokasi kaum muslimah untuk membeci Islam yang ditampilkan sebagai penghambat kemajuan dan mendiskriminasikan kehidupan mereka. Mereka termakan dengan propaganda sesaat para pengusung KKG tentang konsep perempuan moderen sebagai jargon pemberdayaan semu yang di tawarkan, akibat semua itu para perempuan berpikir bahwa dengan berjaya secara ekonomi, maka martabat mereka akan menjadi lebih tinggi dan punya daya tawar tinggi, terutama di hadapan kaum laki-laki, padahal semuanya ini adalah memperdaya secara politik dalam makna sempit.
Semua ini menunjukkan bahwa Kapitalis memang tak perna menepatkan kaum wanita dalam posisi sepatasnya. Semua prinsip kebebasan yang ditawarkan hanyalah racun berbalut madu yang membunuh keperempuanan bahkan kemanusiaan secara berlahan. Semua ini seolah-olah generasi yang unggul padahal ini semua hanyalah menumpulkan pencetak generasi yang berpontensi.
Melalui serangan budaya dan pemikiran sebagaimana paham kesetaran gender yang mengikis fitrah kewanitaan agar tugas utamanya sebagai pencetak dan penjaga generasi yakni sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, berjalan dengan baik dan sempurna. Islam telah memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dengan menetapkan beban nafkah dan peran sebagai kepala keluarga ada pada pundak suami. Perempuan tidak usah bersusah-payah bekerja keluar rumah dengan menghadapi berbagai risiko sebagaimana yang dialami perempuan-perempuan bekerja dalam sistem kapitalisme sekarang ini.
Islam mewajibkan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap perempuan untuk memenuhi hak mereka dengan baik, termasuk negara.
Negara wajib menyediakan lapangan kerja untuk laki-laki agar dapat memberi nafkah pada keluarga mereka. Negara juga wajib menyediakan fasilitas yang diperlukan, seperti pendidikan, kesehatan yang baik agar kaum perempuan bisa menjalankan tugas mulianya dengan baik. Negara wajib menjamin keamanan dalam kehidupan publik agar saat wanita keluar rumah untuk menunaikan kewajiban mereka mendapatkan ketenangan.
Kami mengajak para kaum perempuan gunakanlah peran kita sebagai istri, ibu rumah tangga yang mempunyai tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari apapun yang mengacam mereka. Kita sebagai orang tua benar-benar menyadari bahwa orang tua mempunyai amanah dalam menjaga anak-anak dari hal-hal yang bisa menyerumuskan mereka pada azab neraka, (QS at-Tamrim (66);6).
Semoga dengan kesadaran ini orang tua akan di jaga dari sikap berat dan putus asa ketika dihadapkan kesulitan di dalam mendidik anak, juga akan senantiasa optimis dan penuh harapan kesuksesan serta mendapatkan limpahan pahala di dalam menjalankan kewajibannya.
Yang pertama di dalam kita menjalankan tugas sebagai orang tua, kita harus memberikan pendidikan keimanan semenjak dini. Masalah akidah merupakan perkara yang wajib disampaikan kepada anak-anak sesegera mungkin, juga memastikan kondisi keimanan anak, dan kita sebagai orang tua harus menyiapkan waktu yang terencana untuk menanamkan keimanan kepada anak-anak, dan kita sebagai orang tua harus peduli dengan fakta dan informasi yang bisa mempengaruhi anak.
Poin yang paling penting dari sekian banyak yang harus kita lakukan sebagai orang tua adalah kita harus mempunyai ilmu keterampilan dan politik, supaya kita mengetahui strategi dan bentuk-bentuk teknis penyebaran paham libral, ide libral serta cara untuk mengcounter dan membahas penyimpangan dari ajaran Islam.
Berbeda dengan kapitalisme, Islam datang benar-benar untuk memuliakan dan memperdayakan perempuan secara hakiki. Sesungguhnya Islam telah menetapkan bahwa peran utama kaum perempuan adalah penjaga generasi, yakni sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Peran ini sangat strategis dan politis bagi sebua bangsa atau umat. Untuk itu Allah SWT menetapkan berbagai aturan yang menjaga kaum perempuan dan menjaga kehormatan mereka, supaya posisi strategis itu bisa di laksanakan sebagaimana mestinya.
Islam juga membuka ruang bagi kaum perempuan untuk masuk dalam kehidupan umum, dan boleh beraktivitas seperti berjual beli atau berdagang dan aktivitas yang diwajibkan syariah, yaitu menuntut ilmu, berdakwah supaya turut andil di dalam mencerdaskan umat.
Sistem Islam yang diterapkan oleh Daulah Islam atau Khilafah Islam berbeda dengan sistem Kapitalisme. Penerapan Islam oleh sistem pemerintahan Khilafah mewujudkan kesejahteraan rakyat, ketenteraman hidup seluruh warganya termasuk kaum perempuan.
Khilafah mengangkat perempuan dalam posisi terhormat dan mulia. Sebab Khilafah memastikan bahwa perempuan bisa menjalankan perannya sebagai mencetak dan melahirkan generasi yang Islami.
Khilafah juga menerapkan sistem pendidikan Islam berbasis akidah Islam. Sistem ini akan melahirkan generasi berkepribadian Islam, mumpuni dalam Ilmu dan sains teknologi serta berjiwa pemimpin.
Khilafah akan menjaga keamanan bagi perempuan, baik di dalam rumah maupun di luar rumahnya, dari segala gangguan yang akan mencelakakan dirinya.
Khilafah akan menerapkan hukum persanksian (uqubat) Islam. Setiap pelaku pelanggaran, baik atas hukum syariah maupun administrasi negara, akan dikenai sanksi sesuai ketetapan syariah dan kebijakan Khilafah.
Inilah Islam dengan hukum-hukum syariahnya yang diterapkan oleh Khilafah sedemikian rupa menjaga dan melindungi kaum perempuan, dan kaum perempuan tak akan dipaksa atau terpaksa bekerja, yang menyebabkan rusaknya akhlak generasi, karena kaum perempuanyang meninggalkan tugas-tugasnya, ini tidak akan banyak terjadi lagi. Sungguh, telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa Islam itu yang direpresentasikan oleh Negara Islam (Khilafah Islamiyah) begitu memuliakan perempuan, mensejahterakan kehidupan mereka secara keseluruhan.
Inilah yang seharusnya menjadi agenda perjuangan umat Islam, termasuk para Muslimah. Intinya bagaimana agat Islam kembali diterapkan sebagai aturan hidup melalui penegakkan institusi Khilafah yang mendunia. Jika ideologi Islam ini tegak, dipastikan kapitalisme, kemiskinan, dan penghinaan perempuan bisa ditumbangkan. Dengan itu kemuliaan perempuan umat keseluruhan akan kembali terwujud, Inshaa Allah.
Marilah kita memantaskan diri untuk meraih kemuliaan dan kehormatan yang dijanjikan Allah SWT. Mari mendidik diri, keluarga, dan seluruh umat Islam untuk taat kepada seluruh syariah. Jagalah diri kita dari propaganda sesat dan perjuangan tanpa arah. Sudah saatnya kita sadar bahwa perjuangan untuk meraih tegaknya syariah dan Khilafahlah yang kita tuju. Hanya dengan Khilafah sajalah ketenteraman, kehormatan, dan kemuliaan perempuan, umat akan terwujud
Wallahu a’lam biash-shawwab.

