Oleh : Anggia Widianingrum
Dilansir dari kantor berita Palestina, selama dua hari berturut-turut polisi Israel melarang warga Palestina buka puasa di Masjid Al-Aqsa.
Polisi Israel juga menyerang warga Palestina sepulang sholat tarawih. Ratusan orang diserang saat berada di gerbang utama ke kota tua Yerusalem. Polisi Israel bahkan menembakkan granat kejut dan menangkap lima orang warga Palestina.
Tak hanya itu, polisi Israel juga memutuskan kabel pengeras suara menara Al-Maghraba dan Al-Asbat. Melepas pintu menara, menggeledah atapnya, serta menangkap seorang khatib Jumat Syekh Ekrima Sabri.
Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeinah mengecam Israel atas hal ini. Ia menganggap langkah yang dilakukan polisi Israel adalah tindakan rasis. “Serangan rasis terhadap kesucian tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah dan pelanggaran berat terhadap konvensi hak asasi manusia internasional yang dilakukan polisi Israel”, ujarnya dikutip dari kantor berita Palestina Wafa, Rabu, 14 April 2021.
Rudeinah memperingatkan kebijakan agresif Israel itu bisa mengubah konflik negara menjadi perang agama tanpa akhir yang akan merusak perdamaian dan keamanan internasional.
Dan bila itu terjadi, ia meminta agar Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi tersebut.
Ia juga meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan serius dalam mengendalikan agresi Israel yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen di Yerusalem.
Situasi di Jalur Gaza pun memanas. Militer Israel menggencarkan serangan udara yang diklaim untuk melumpuhkan kelompok Hamas. Dan setidaknya serangan ini memicu adanya serangan balasan dari Hamas.
Gencatan tersebut menghancurkan sejumlah lokasi pengungsian serta gedung kantor berita Turki, Anadolu Agency.
Dilansir dari Reuters, korban tewas dalam serangan ini mencapai 32 orang Palestina termasuk 1 wanita hamil dan anak-anak.
AWAL PENDUDUKAN
Dalam buku ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ-๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ญ๐ฆ๐ด๐ต๐ช๐ฏ๐ข karya ๐๐ถ๐ด๐ต๐ฉ๐ข๐ง๐ข ๐๐ฃ๐ฅ ๐๐ข๐ฉ๐ฎ๐ข๐ฏ, menjelaskan dua peristiwa sejarah yang menjadi awal perampasan tanah Palestina.
Pertama, dengan melemahnya kekuasaan Islam Ottoman, Inggris dan Perancis membagi wilayah lewat perjanjian Sykes Picot pada 1916. Dalam Perjanjian itu, Perancis mendapat wilayah jajahan Suriah dan Lebanon.
Sedangkan Inggris memperoleh wilayah jajahan Irak dan Yordania.
Sementara Palestina dijadikan status wilayah internasional.
Barulah pasca peristiwa Deklarasi Balfour pada 1917, warga Yahudi yang bermukim di Eropa mulai berimigrasi ke Palestina di bawah legitimasi dua deklarasi tersebut.
Dan puncaknya pada awal 1930-an, gerakan zionis di Palestina mendapat dukungan protekorat dari Inggris untuk memasukkan imigran Yahudi ke Palestina secara besar-besaran.
Peristiwa tersebut mendapat reaksi penolakan oleh rakyat Palestina. Namun atas permintaan Inggris yang berjanji akan menyelesaikan masalah ini, dengan bantuan negara-negara Arab, berhasil membujuk pemimpin spiritual Palestina ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฎ๐ข๐ฅ ๐๐ฎ๐ช๐ฆ๐ฏ ๐๐ถ๐ด๐ฆ๐ช๐ฏ๐ช agar menginstruksikan rakyat Palestina mengakhiri protesnya.
Atas nama solidaritas negara Arab dan jaminan dari Inggris, ๐๐ฎ๐ช๐ฆ๐ฏ ๐๐ถ๐ด๐ฆ๐ช๐ฏ๐ช memenuhi permintaan Inggris.
Akhirnya pada tahun 1946-1947, pemerintah Inggris bersama delegasi Palestina mengadakan Kongres, namun tak menghasilkan apa-apa untuk Palestina. ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.๐ค๐ฐ.๐ช๐ฅ
KEJUMAWAAN ISRAEL DAN DUKUNGAN AS
Seperti yang kita ketahui selama ini bagaimana sepak terjang Israel terhadap tanah Palestina. Mereka secara politis mengklaim jika kompleks Al-Aqsa adalah bekas reruntuhan kuil Sulaiman yang mereka anggap suci. Hingga mereka mempunyai hak atas tanah Palestina. Dan dengan begitu mereka mempunyai alasan untuk mendapat wajah di dunia internasional, khususnya barat.
Dan persahabatan pun dimulai ketika ๐๐ข๐ท๐ช๐ฅ ๐๐ฆ๐ฏ ๐๐ถ๐ณ๐ช๐ฐ๐ฏ pemimpin Yahudi memproklamirkan negara Israel pada 14 Mei 1948.
Yang kala itu AS dipimpin oleh ๐๐ข๐ณ๐ณ๐บ ๐. ๐๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ. Ia adalah pemimpin negara pertama yang mengakui Israel sebagai negara merdeka.
Bahkan selama periode 2013-2017, AS memberikan bantuan militer Israel senilai 15,1 USD. Pada September 2016, ๐๐ข๐ณ๐ณ๐ข๐ค๐ฌ ๐๐ฃ๐ข๐ฎ๐ข bahkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bantuan militer kepada Israel sebesar 38 miliar USD untuk tahun fiskal 2019 sampai 2028.
Dan menurut data ๐๐ฐ๐ฏ๐จ๐ณ๐ฆ๐ด๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐๐ฆ๐ด๐ฆ๐ณ๐ค๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ท๐ช๐ค๐ฆ, sejak tahun 1949 jumlahnya mencapai 127,5 miliar USD yang mencakup bantuan ekonomi.๐๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ธ๐ด
Kejumawaan Israel juga bertambah ketika mereka mengklaim mempunyai senjata nuklir. ๐๐ต๐ฐ๐ค๐ฌ๐ฉ๐ฐ๐ญ๐ฎ ๐๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐๐ฆ๐ข๐ค๐ฆ ๐๐ฆ๐ด๐ฆ๐ข๐ณ๐ค๐ฉ ๐๐ฏ๐ด๐ต๐ช๐ต๐ถ๐ต๐ฆ (๐๐๐๐๐), sebuah lembaga penelitian konflik, persenjataan, kontrol senjata, dan pelucutan senjata mencatat, Israel memiliki 90 hulu ledak nuklir.
Bahkan mereka berjanji secara konsisten akan menghentikan Iran untuk membangun bom atom yang dianggap sebagai ancaman ekstensial.
SOLUSI NYATA PALESTINA
Sejak naiknya ๐๐ฐ๐ฆ ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ di tampuk kekuasaan AS, belum terlihat nyata upaya untuk menghentikan arogansi Israel.
Upaya yang terlihat saat ini adalah mendorong normalisasi dan perundingan serta memulihkan bantuan untuk Palestina.
Dalam janji kampanye nya pun, ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ seolah memberi angin segar kepada muslim di AS dengan rencana menempatkan tokoh cendekiawan Muslim Amerika di berbagai posisi strategis di pemerintahan dalam masa 100 hari masa pemerintahannya.
Pelaksana Tugas Utusan Khusus AS untuk PBB, ๐๐ช๐ค๐ฉ๐ข๐ณ๐ฅ ๐๐ช๐ญ๐ญ๐ด mengatakan pemerintah ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ akan membatalkan sejumlah kebijakan pada masa Trump terkait konflik Palestina-Israel.
Namun dengan melihat kenyataan, umat islam harus tetap kritis terhadap manuver yang dilakukan oleh AS.
Sejak dahulu, AS adalah Sekutu abadi zionis, terbukti setiap kali masa jabatan pemimpin AS, konflik Palestina-Israel tetap tak pernah usai. Dan kebijakan politik AS lebih condong menguntungkan Israel.
Menurut Direktur Pusat Studi Timur Tengah Universitas Denver, ๐๐ข๐ฅ๐ฆ๐ณ ๐๐ข๐ด๐ฉ๐ฆ๐ฎ๐ช, pemerintahan ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ tidak memiliki visi koheran untuk konflik yang secara signifikan akan mengubah situasi Palestina.
Menurutnya pula kebijakan ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ hanyalah kelanjutan dari dukungan AS tanpa syarat yang diberikan pemerintahan AS sejak berdirinya Israel. Pikiran-Rakyat.com
Sebagai negara adidaya, seharusnya AS mampu menciptakan perdamaian dunia dan menjamin hak-hak warga negaranya.
AS bisa menggunakan jalur diplomatik dan ekonominya untuk bisa memaksa Israel memberikan konsensi kepada Palestina guna menegakkan hukum internasional.
Tapi apa yang dilakukan AS hanya mementingkan tampuk kekuasaannya atas dunia dengan manuver ‘tarik-ulur’ dan menjaga ‘konflik’ tak berkesudahan di wilayah-wilayah tersebut.
Umat Islam harus sadar, bahwa permasalahan yang menimpa Palestina adalah permasalahan kaum muslimin. Dan hanya bisa diselesaikan oleh kaum muslimin sendiri, bukan berharap pada barat.
Umat Islam harus tau, karena ketiadaan pemimpin yang menegakkan islam secara komprehensif (kaffah) lah yang menyebabkan umat ini terhina dan terzalimi diberbagai belahan dunia manapun.
Untuk sekelas negara Israel saja kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong saudara kita dikarenakan tercerai-berai dan disibukkan dengan perang saudara yang di skenario-kan musuh-musuh Islam.
Umat islam membutuhkan kepemimpinan yang khas yang mengatur urusan umatnya dan menjalankan politik luar negeri diatas akidah dan syariah nya.
Yang mampu menyatukan seluruh kekuatan kaum muslimin seluruh dunia dalam ikatan akidah yang kuat. Yang akan menyingkirkan kezaliman dan menyelesaikan konflik. Menjadi pembeda antara hak dan batil dengan jelas.
Dengan politik luar negeri berdasarkan metode dakwah dan jihad, umat manapun akan bisa melihat dan merasakan secara langsung keadilan, keamanan dan ketentraman hidup dalam naungan Islam.ย Semua ini takkan terwujud tanpa adanya Khilafah Islamiyah. Wallahu alam bishowwab.

