Ratusan Peserta Ikuti Kegiatan Advokasi dan KIE PIK-R/M

0
286

*Kolaborasi TP PKK-Dinas PP-KB-Dinkes dan Dinas Dikbud

Kliksumatera.com, LUBUK LINGGAU- TP PKK Kota Lubuk Linggau bekerjasama dengan Dinas PP dan KB, Dinas Kesehatan dan Dinas Dikbud Kota Lubuk Linggau menggelar kegiatan Advokasi dan KIE Kesehatan Reproduksi Remaja Pusat Informasi Konseling-Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) Tingkat Kota Linggau, 2020 di SMK Negeri 1, Senin (10/2).

Dalam materinya, Ketua TP PKK Kota Lubuk Linggau, Hj Yetti Oktarina Prana memaparkan dewasa ini ada pergeseran pandangan mengenai pola hidup (life style) seperti kurangnya bekal orang tua tentang agama, komunikasi kurang menyenangkan dengan orang tua, kurangnya nilai diri dan kemampuan berfikir kritis, kurangnya keterampilan dan pengetahuan untuk jaga diri, tidak bijak dalam menggunakan teknologi, tidak mampu memilih teman, dan kurangnya persiapan akil baligh.

Yetti mengimbau kepada peserta agar membekali dan menjaga diri dari pergaulan bebas dan pornografi karena dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan terutama perkembangan otak.

Sama halnya rokok sambung dia,  jauhi rokok sebab dapat menimbulkan efek kecanduan dan merusak otak. “Penjual rokok saja tidak mengonsumsi rokok. Tidak beda dengan narkoba, sangatlah berbahaya orang pengguna narkoba susah untuk kembali normal,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengenai tanda-tanda akil baligh, salah satunya  ditandai dengan mimpi basah. Ciri lain timbulnya jerawat yang banyak. Secara biologis perempuan masa terbaiknya pada umur 21 tahun dan laki-laki berumur 24 tahun.

Yetti kembali mengingatkan mengenai bahaya narkoba, penyakit menular seksual yang berkembang sangat pesat, penyimpangan orientasi seksual (homo seksual/LGBT dll), dan seks bebas . Hal ini adalah ancaman bagi kita semua sekaligus sangat mengkhawatirkan bagi generasi penerus bangsa.

“Pacaran itu tidak perlu dan tidak berguna pada masa-masa remaja. Cara menjaga diri dari segala ancaman pelecehan, pemerkosaan bahkan pembunuan adalah dengan menghindari orang-orang yang bergelagat mencurigakan dan tempat-tempat yang sepi,” terangnya.

Tak hanya itu, Ketua TP PKK juga berpesan kepada dewan guru jangan bebani anak-anak dengan pelajaran yang sangat berat di sekolah. Haruslah menyiapkan anak-anak dengan informasi dari mata pelajaran seperti agama, biologis, dan sebagainya.

Ia juga mengatakan remaja harus paham usia minimal pernikahan laki-laki dan perempuan.  Orang yang siap berumah tangga harus tahu resiko dan cara mengatasi resiko apabila terjadi sesuatu dalam rumah tangga.

Sementara itu Kepala Sekola (Kepsek) SMK N 1 Kota Lubuklinggau Puguh Purnomo berharap agar peserta didik bisa mengaplikasikan ilmu Advokasi dan KIE Kesehatan Reproduksi Remaja Pusat Informasi Konseling-Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) Tingkat Kota Lubuk Linggau.

Ia juga mengatakan, dengan adanya kegiatan pengetahuan seperti ini dapat mengurangi kenakalan anak remaja. “Semoga siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan Advokasi dan KEI kesehatan reproduksi remaja tingkat pelajar Kota Lubuk Linggau dapat memahami, karena begitu komplit paparan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lubuk Linggau Hj. Yetty Oktarina Prana, agar terhindar dari pengaruh yang negatif dan pergaulan bebas,” katanya.

Hadir dalam kegiatan Advokasi dan KIE Kesehatan Reproduksi Remaja Pusat Informasi Konseling-Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) Tingkat Kota Lubuk Linggau Ketua TP PKK Hj. Yetti Oktarina Prana, Wakil Ketua I Hj Sri Haryati Sulaiman, Wakil Ketua II, Hj Rika Rahman, dan Kepala SMKN 1 Lubuk Linggau, Puguh Purnomo.

Laporan : Shandy April
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here