NUNUKAN – Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0911/Nunukan juga sukses melaksanakan berbagai sasaran nonfisik di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Beragam penyuluhan dan kegiatan edukatif digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Selama pelaksanaan TMMD, masyarakat mendapatkan berbagai materi penyuluhan, di antaranya tentang kesehatan, pencegahan stunting, Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya penyalahgunaan narkoba, ketahanan pangan, rekrutmen TNI Angkatan Darat, hingga penyuluhan hukum dan keamanan. Seluruh kegiatan melibatkan instansi terkait agar materi yang diberikan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf. Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa sasaran nonfisik merupakan bagian penting dari program TMMD karena bertujuan membangun kualitas sumber daya manusia seiring dengan pembangunan infrastruktur.
“TMMD tidak hanya membangun jalan dan merehabilitasi rumah, tetapi juga membangun karakter, wawasan, dan pengetahuan masyarakat. Melalui berbagai penyuluhan ini, kami berharap masyarakat memiliki bekal untuk hidup lebih sehat, produktif, serta semakin mencintai tanah air,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, petani, ibu rumah tangga hingga tokoh masyarakat, mengikuti penyuluhan dengan aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber.
Melalui pelaksanaan sasaran nonfisik tersebut, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0911/Nunukan berharap manfaat program tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Liang Bunyu. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi diharapkan terus terjalin dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di kawasan perbatasan.(*)

