Kliksumatera.com, JAKARTA- Polsek Kembangan masih menyelidiki kasus pembacokan berujung maut di Posko FBR Jalan TPU Joglo, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Menurut keterangan Kholis, pemilik warung di sekitar lokasi, saat itu korban datang ke warungnya menitipkan sepeda motor.
Kemudian korban sempat membeli rokok dua batang di warungnya dan bergegas duduk di sekitar lokasi.
Tidak sampai 10 menit, kata Kholis, korban berlarian sambil berteriak ‘Allahu Akbar’. “Itu enggak sampai 10 menit, dia lari ke samping warung sudah bercucuran darah,” ucap dia, Senin (15/11/2021).
Kholis sempat gemetar melihat korban sudah berdarah di bagian lengan kanannya. Warga sekitar langsung keluar dari rumahnya untuk melihat dan mencari sumber suara teriakan.
Melihat korban sudah bersimbah darah, warga sekitar akhirnya membawa korban ke rumah sakit terdekat. Tapi, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi karena kehabisan darah ketika dibawa ke rumah sakit. “Sebelum kejadian kata warga ada yang konvoi motor bolak-balik, tapi kita enggak tahu siapa pelakunya,” kata dia.
Kholis mengaku, korban memiliki kepribadian baik kepada dirinya dan warga sekitar, bahkan korban tidak pernah berulah atau membuat kerusuhan.
Sehingga, Kholis mengaku merasa kehilangan sosok korban paska dinyatakan meninggal dunia. “Dia katanya sih kerja bikin aquarium kaca gitu, orangnya baik banget,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang anggota Ormas FBR berinisial DA (27) tewas dikeroyok orang tidak dikenal saat berada di poskonya RT08/03, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (14/11/2021) malam.
Kapolsek Kembangan, Kompol H Khoiri mengatakan, peristiwa itu berawal ketika korban berada di sana pukul 23.00 WIB, dikeroyok menggunakan senjata tajam.
Sekujur tubuhnya mengalami luka bacokan dan tangannya hampir putus. “Keributan di Gardu FBR, Joglo Kembangan, Jakarta Barat, korban satu meninggal dunia,” ujar dia saat dihubungi, Senin (15/11/2021).
Sumber : NKRIPOST
Posting : Imam Ghazali

