PURBALINGGA – Suasana berbeda terasa di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, saat rombongan Wakil Bupati Purbalingga bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-128 Tahun 2026 Kodim 0702/Purbalingga datang meninjau pelaksanaan program pembangunan, Selasa (12/5/2026).
Sejak pagi, warga tampak antusias menyambut kedatangan rombongan. Sejumlah ibu-ibu berdiri di pinggir jalan desa, sementara anak-anak ikut berlarian melihat iring-iringan kendaraan yang memasuki lokasi TMMD. Kehadiran para pejabat itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga desa yang selama ini menaruh harapan besar terhadap pembangunan di wilayah mereka.
Bagi masyarakat Krangean, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik semata. Kehadiran para personel TNI yang setiap hari bekerja bersama warga perlahan menghadirkan semangat baru dan optimisme akan perubahan desa ke arah yang lebih baik.
Salah satu warga, Tri Asih, mengaku senang dan terharu desanya kini mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah maupun Tim Wasev TMMD.
“Senang sekali desa kami didatangi banyak orang penting, ada Bupati juga Tim Wasev. Kami merasa diperhatikan,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Menurutnya, pembangunan yang saat ini berjalan membuat masyarakat semakin yakin bahwa akses dan kondisi desa akan menjadi lebih baik ke depan. Ia berharap berbagai pembangunan yang dilakukan melalui TMMD tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Semoga desa kami semakin maju, masyarakat lebih sejahtera, dan pembangunan ini bisa terus bermanfaat untuk anak cucu nanti,” kata Tri Asih.
Di sela kunjungan, Wakil Bupati bersama Tim Wasev juga meninjau sejumlah sasaran fisik TMMD yang tengah dikerjakan. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi Satgas TMMD maupun warga yang terlibat gotong royong setiap hari.
Antusiasme warga yang menyambut kedatangan rombongan menunjukkan bahwa program TMMD bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga menumbuhkan harapan baru di tengah masyarakat. Di Desa Krangean, pembangunan bukan lagi sekadar pengecoran jalan atau pemasangan gorong-gorong, melainkan tentang tumbuhnya keyakinan bahwa desa kecil mereka sedang bergerak menuju masa depan yang lebih baik.(anr)

