Kliksumatera.com LAHAT — Bulan Februari 2026 menjadi bulan terakhir pendidikan bagi Siswa Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 Secata Rindam II/Sriwijaya. Mengisi rangkaian akhir pendidikan tersebut, pada Minggu, 1 Februari 2026, para siswa mengikuti kegiatan Widya Wisata dengan mengunjungi Situs Megalitik Batu Puteri yang terletak di Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, tepatnya di halaman SMP Negeri 2 Merapi Barat.
Widya Wisata ini bertujuan menanamkan nilai-nilai patriotisme, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air melalui kunjungan ke situs bersejarah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertebal semangat bela negara serta pemahaman terhadap nilai perjuangan bangsa.
Hal itu dikatamsn oleh Letkol Inf Andri Suratman, Pgs. Komandan Secata Rindam II/Sriwijaya, yang hadir langsung mendampingi kegiatan bersama Lettu Arh Yanuar Hengky, Letda Inf Fauzul K, Pelda Pujianto, Sertu Slamet B, Sertu Amirudin, Sertu Saropi, dan Serda Ade PW.
“Widya Wisata ini merupakan bagian dari pembinaan karakter prajurit TNI AD agar memiliki jiwa patriotik, disiplin, serta cinta tanah air. Melalui kunjungan ke situs bersejarah, para siswa dapat memahami nilai-nilai perjuangan, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit secara nyata,” tegas Letkol Inf Andri Suratman.
Secara rinci, tujuan Widya Wisata Siswa Dikmata meliputi:
Pembentukan karakter, untuk membangun mentalitas prajurit yang kuat, disiplin, dan berjiwa patriotik.
Pengenalan sejarah, dengan mempelajari perjuangan bangsa melalui situs dan peninggalan bersejarah.
Pemupukan rasa cinta tanah air, serta kebanggaan terhadap budaya dan potensi nasional.
Penyegaran dan pembelajaran, sebagai sarana rekreasi edukatif di luar lingkungan pendidikan militer formal.
Implementasi nilai ideologi, khususnya pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kunjungan ke Situs Megalitik Batu Puteri, para siswa mendapat pendampingan langsung dari Mario Andramartik, figur pecinta budaya Kabupaten Lahat yang juga pernah menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan.
Mario memberikan pemaparan mengenai sejarah peradaban megalitik di Kabupaten Lahat, khususnya Situs Batu Puteri, meliputi latar belakang sejarah, bentuk dan fungsi peninggalan megalitik, nilai budaya yang terkandung, serta pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para siswa Dikmata. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan baru tentang sejarah lokal Kabupaten Lahat sebagai sumber pembelajaran yang autentik, menarik, dan bermakna.
Kegiatan Widya Wisata tersebut turut mendapat sambutan positif dari Kristanto Januari, SS, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa pelestarian situs megalitik merupakan tanggung jawab bersama agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, hingga Indonesia secara umum.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh Indriansyah, juru pelihara Situs Megalitik Batu Puteri. Ia mengaku bangga situs yang setiap hari dijaganya mendapat kunjungan dari siswa Secata TNI AD.
Laporan wartawan Novita
“

