Kliksumatera.com Lahat — Kabupaten Lahat yang dikenal sebagai Negeri Seribu Megalitik kembali menjadi tujuan kegiatan edukatif. Daerah ini tercatat memiliki situs megalitik terbanyak di Indonesia dan telah masuk Rekor MURI pada tahun 2012. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1849, situs-situs megalitik di Lahat terus menarik perhatian peneliti maupun wisatawan, khususnya Situs Megalitik Tinggihari.
Pada Kamis, 25 Desember 2025, siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya melaksanakan kegiatan widyawisata ke Situs Megalitik Tinggihari I yang berada di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang, serta Situs Megalitik Tinggihari III di Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat.
Komandan Secaba Rindam II/Sriwijaya, Letkol Inf Eko Hariyanto, S.Hub.Int, menjelaskan bahwa kegiatan widyawisata ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman siswa TNI AD mengenai sejarah, budaya, dan nilai-nilai kepahlawanan bangsa, khususnya yang berkembang di wilayah Kabupaten Lahat.
“Melalui kunjungan langsung ke situs sejarah dan cagar budaya, para siswa mendapatkan pembelajaran nyata di luar kelas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan bela negara, melatih kedisiplinan, serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” tegasnya.
Selama berada di Situs Megalitik Tinggihari I dan III, para siswa tidak hanya melihat dan mengabadikan momen bersama benda-benda megalitik, tetapi juga memperoleh penjelasan secara rinci mengenai sejarah dan fungsi peninggalan tersebut. Interaksi aktif antara pemandu situs dan para siswa turut menambah pemahaman mereka terhadap peradaban masa lalu.
Usai mengunjungi situs megalitik, rombongan siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya melanjutkan kegiatan dengan singgah di Sentral Kuliner Lemang di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang. Di lokasi ini, para siswa menyaksikan langsung proses pembuatan lemang sekaligus mencicipi kuliner khas daerah tersebut.
Terdapat tiga jenis lemang yang disajikan, yakni lemang gurih (original), lemang pisang, dan lemang durian. Selain itu, tersedia pula hidangan khas lainnya seperti ikan ghuas dan ikan sepit.
Kegiatan widyawisata ini mendapat sambutan positif dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan, Kristanto Januardi, S.S., M.M. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat besar bagi para siswa.
“Semoga kegiatan widyawisata ini bermanfaat bagi siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya dan dapat terus berlanjut sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya,” ujarnya.

