Kliksumatera.com LAHAT — SMK Negeri 1 Jarai menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya melalui kegiatan Sosialisasi Cagar Budaya Megalitik Jarai Terintegrasi dengan Mata Pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN. Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi 60 siswa karena materi tidak hanya disampaikan di dalam kelas, tetapi dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Situs Megalitik Baturang di Desa Gunung Megang, Kecamatan Jarai.

Kegiatan tersebut menghadirkan Mario Andramartik sebagai narasumber. Mario merupakan anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat sekaligus tokoh yang aktif dalam bidang kebudayaan dan pariwisata Sumatra Selatan.
Kepala SMK Negeri 1 Jarai, Ema Yuliantri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi cagar budaya memberikan pengetahuan sekaligus inspirasi baru bagi siswa dan guru.
“Atas nama keluarga besar SMK Negeri 1 Jarai, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi cagar budaya ini. Kehadiran narasumber Mario Andramartik selaku Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat telah memberikan suntikan ilmu dan inspirasi yang luar biasa bagi anak-anak didik serta guru-guru kami,” ujar Ema setelah kegiatan.
Ema menilai integrasi materi cagar budaya dengan mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis. Siswa tidak hanya mempelajari masa lalu melalui mata pelajaran Sejarah, tetapi juga dilatih berpikir kritis dan menyampaikan kembali informasi melalui keterampilan berbahasa Indonesia, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga aset budaya bangsa melalui pembelajaran PPKN.
“Paparan Mario Andramartik mengenai kekayaan peradaban megalitik Pasemah di wilayah Jarai benar-benar membuka mata kami bahwa sekolah kami dikelilingi oleh laboratorium sejarah yang bernilai dunia,” katanya.
Tak lupa Kepsek berpesan agar pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran semata. Ia mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai pemantik untuk menjaga, merawat, dan menghormati situs-situs megalitik yang berada di lingkungan sekitar.
Khusus kepada para guru, Ema berharap model pembelajaran lintas mata pelajaran seperti kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
“Saya berharap inovasi pembelajaran lintas mata pelajaran seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Mari kita bersama-sama mencetak generasi muda SMK Negeri 1 Jarai yang tidak hanya kompeten dan siap kerja secara industri, tetapi juga tumbuh pada akar budaya serta identitas daerah yang kuat,” tegas Ema.
Belajar Megalitik Langsung di Situs Baturang
Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan SMK Negeri 1 Jarai dengan menghadirkan narasumber dari kalangan pemerhati dan penggerak kebudayaan untuk memberikan pemahaman mengenai warisan budaya megalitik yang berada di sekitar sekolah.
Pada sesi awal, siswa menerima materi di ruang kelas mengenai kebudayaan megalitik, khususnya peninggalan megalitik yang berada di Kecamatan Jarai.
Setelah itu, siswa bersama sejumlah guru mata pelajaran Sejarah, Bahasa Indonesia, dan PPKN berjalan kaki menuju Situs Megalitik Baturang yang berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah.
Kegiatan turut diikuti Sumarti, ST, M.Pd., selaku Waka Bidang Kurikulum; Ahmad Asrori, S.Pd., M.Pd., Waka Bidang Sarpras; Reko Darlis, S.Pd., Waka Bidang Kesiswaan; Yanharudin, S.Pd., Waka Bidang Hubin; Hengki Firmansyah, S.Pd., guru Sejarah; serta sejumlah guru Bahasa Indonesia dan PPKN.
Dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Selatan turut hadir Ahmad Rifai selaku Koordinator Juru Pelihara Jarai Area dan Kota Pagar Alam serta Avian Sahudi selaku Juru Pelihara Situs Megalitik Gunung Kaya.
Setibanya di Situs Megalitik Baturang, antusiasme siswa dan guru terlihat semakin tinggi. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu kil

