Sukoharjo – Grogol — Debu, palu, dan semangat gotong royong mewarnai Dusun Parangjoro sejak dimulainya program TMMD reguler ke-129 Kodim 0726/Sukohaejo. Salah satu sasaran utama tahun ini adalah percepatan bedah Rumah Tidak Layak Huni, atau RTLH. Targetnya tidak ada lagi warga yang tidur dengan atap bocor dan dinding reyot.
Sejak pagi, anggota Satgas TMMD reguler ke 129 Kodim 0726/Sukoharjo dari Kodim bersama warga sudah turun ke lokasi. Gerobak material, semen, dan kayu silih berganti dibongkar. Di sela mengaduk semen, tawa dan obrolan warga mengiringi setiap bata yang naik.
Bapak Subani di Parangjoro rumahnya menjadi salah satu dari 3 unit RTLH yang ditargetkan selesai dalam 30 hari kerja TMMD.RTLH bukan sekadar membangun fisik,rumah adalah tempat kembali yang paling aman. Lewat TMMD bukan sekedar kejar target,tetapi kejar juga rasa aman dan martabat warga.
Prosesnya dilakukan secara bedah rehab,mulai dari atap,dinding,tambahan dapur, hingga sanitasi dasar. TNI tidak bekerja sendiri warga, perangkat desa, PKK, dan bahu-membahu bekerja penuh semangat.
Selain RTLH,Tmmd di Parangjoro juga menyasar pembukaan akses jalan, rehab mushola, dan bhakti sosial.Tapi bedah rumah jadi magnet perhatian karena dampaknya paling langsung dirasakan bagi warga,Parangjoro,Grogol,SukoharjoTMMD tahun ini bukan hanya soal membangun rumah,ini tentang bukti bahwa negara hadir,tentang tembok yang tidak lagi retak,atap yang tidak lagi bocor, dan anak-anak yang bisa belajar dengan tenang.(*)

