Oleh : Riyulianasari
Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom turut memantau aktivitas personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menurunkan baleho atau spanduk bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta pada Jumat (21/11).
Menurut Sebby, kebiasaan TNI memang hanya berani melawan sipil. “TNI beraninya lawan masyarakat civilians,” kata Sebby dalam keterangan kepada Republika, Sabtu (21/11).
Dia mengatakan, sebaiknya TNI berhadapan dengan pasukan TPNPB-OPM di Papua. Pasalnya, TPBNB-OPM adalah pemilik negeri Papua.
“Paradise Papua milik TPBNB-OPM, jadi tidak mungkin TNI mampu. Karena ada tiga faktor mendukung TPNPB, yaitu TPNPB mendapat dukungan dari semua makhluk ciptaan Tuhan yang hidup di Bumi Paradise Island of Papua, dan juga TPNPB mendapat dukungan dari semua pejuang dan rakyat orang asli Papua yang mau merdeka,” kata Sebby menjelaskan.
Dia menuturkan, faktor lainnya adalah, secara fisik dan geografi, TPNPB-OPM mampu menguasai medan pertempuran di Papua. Karena itu, TPNPB-OPM bisa percaya diri dalam operasi melawan TNI/Polri yang dikirim ke Papua.REPUBLIKA.CO.ID.
TNI harus bersikap netral tidak boleh ikut dalam partai politik. Penurunan baliho HRS bukanlah tugas pokok dan fungsi TNI, sebab TNI adalah penjaga negara. Mereka dibekali latihan fisik dan dibekali senjata.
TNI adalah penjaga keamanan di perbatasan dari serangan orang-orang asing.
Untuk keamanan di dalam negeri adalah tugas pokok dan fungsi Polri untuk menjaganya.
Dalam sistem kapitalis Demokrasi, tugas pokok dan fungsi TNI diperluas, TNI bisa membantu korban banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, membuat rumah warga korban bencana alam, menjaga proyek pembuatan jalan tol di Papua, bukan menurunkan baleho.
Menurut hukum syariah Islam, jihad hukumnya adalah wajib. Islam mempunyai aturan tentang bagaimana cara berjihad, tidak serta merta jihad itu dilakukan. Negara Islam mempunyai strategi politik luar negeri yang sudah baku yaitu dakwah dan jihad. Negara wajib mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia dan melakukan jihad jika suatu negara itu jelas jelas memerangi Islam.
Bahkan negara wajib memerangi orang orang atau kelompok yang memerangi islam. Tetapi jika negara itu tunduk kepada Islam, dia tidak akan diperangi. Inilah kemuliaan dan keagungan ajaran Islam.
Lalu, mengapa NKRI yang sudah bertekad memerangi terorisme tidak mampu menumpas gerakan seperti OPM?
Secara teori, negara kapitalis Demokrasi seperti Indonesia sudah berkomitmen untuk memerangi terorisme, bahkan tidak memberi ruang terhadap teroris. Tetapi kejadian itu selalu berulang karena negara tidak mempunyai konsep dan metode dakwah yang benar untuk merubah umat manusia serta tidak peka terhadap persoalan persoalan hidup yang di alami masyarakat khususnya masyarakat Papua. Bukankah mereka juga manusia yang mempunyai akal dan hawa nafsu? Inilah kewajiban negara yang harus dilakukan kepada semua lapisan masyarakat yaitu ‘dakwah’ kepada Islam dan menjelaskan semua hukum hukum Islam lalu menerapkan semua hukum hukum Islam dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara. Bagaimana mungkin negara menuntut rakyat menjadi baik dan sholeh jika hukum-hukum yang diterapkan di tengah-tengah mereka lahir dari aqidah sekularisme yang mengingkari agama sebagai aturan hidup bagi individu, masyarakat dan negara?
Maka, benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa ”Rusaknya masyarakat adalah karena rusaknya Ulama, karena mereka cinta dunia dan kedudukan”.
Bagaimana bisa negara sekuler menuntut agar rakyat menaati pemimpin yang pemimpinnya sendiri tidak mau taat kepada semua perintah dan larangan Allah SWT? Inilah teori Kapitalis Demokrasi yang menipu, sehingga gerakan bersenjata, begal bersenjata, pencuri bersenjata tidak ada habisnya.
Padahal jika negara betul-betul mengurus rakyatnya sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah SAW, gerakan separatis atau teroris dsbnya pasti akan bertaubat dan tidak akan mengulangi kekeliruannya. Inilah kemuliaan dan keagungan ajaran Islam, hawa nafsu manusia pasti bisa ditundukkan dengan syariah islam. Semua syariah Islam hanya dapat diwujudkan dalam Sistem Pemerintahan Islam yaitu Khilafah. ***
Wallahualam bishowab.

