Oleh: Donna Soulbayah Rostumara
Pengerusakan terparah yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam itu kini justru berfokus pada pengerusakan pemikiran Islam di kepala kaum muslim.
Pemikiran Islam yang telah membuat kaum muslim berjaya selama berabad-abad itu telah hilang, dirusak dan diganti dengan pemikiran-pemikiran sesat yang dilancarkan Barat yang merusak akidah dan akhlak kaum muslim. Tidak lain hal itu sebenarnya merupakan upaya musuh-musuh Islam untuk semakin menancapkan kuku-kukunya di tubuh kaum muslim.
Berbagai pengerusakan itu antara lain:
1. Ide Nasionalisme
Pasca keruntuhan Kekhilafahan Islam terakhir yang berpusat di Istambul Turki 1924. Dunia Islam memang tidak lagi menjadi kekuatan politik yang disegani.
Wilayahnya yang luas telah terkotak-kotak menjadi lebih dari lima puluh negara dan terkerat-kerat oleh ikatan nasionalisme. Ikatan nasionalisme inilah yang menggantikan ikatan kukuh berupa akidah dan persaudaraan Islam yang selama ini mereka miliki. Dengan ikatan rapuh berupa hubungan ketetanggaan, persahabatan, dan kepentingan bersama itu mereka bekerja sama.
Ikatan ini pula yang menjadikan mereka bersifat individualistik ketika negeri muslim lain mendapat persoalan dan membutuhkan bantuan dengan alasan masalah dalam negeri negara lain. Sangat jelas fakta dalam benak kita bagaimana Palestina yang merupakan jantung umat Islam hingga saat ini masih dikuasai Yahudi, sedangkan 1,2 miliar kaum muslim tidak melakukan tindakan yang berarti.
Jangankan untuk menantang nasionalisme, banyak orang Islam yang justru melanggengkan nasionalisme dengan melandaskannya pada: “Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman“ padahal kalimat yang dianggap hadist tersebut hanyalah sebuah propaganda untuk memecah belah kaum muslim.
2. Ide HAM dan Demokrasi
Di sisi akidah, kaum muslim juga banyak terpesona oleh ide-ide yang bertentangan dengan Islam, tanpa ragu ide-ide demokrasi dan HAM dianut dan diperjuangkan sebagai pemecah problematika hidup. Padahal ide-ide tersebut justru menjadi sumber masalah di negeri-negeri mereka dengan alasan Demokrasi dan HAM kaum muslim ikut-ikutan memperjuangkan kebebasan berprilaku, kebebasan beragama, dan kebebasan berpendapat. Dan dari ide-ide inilah muncul derivatnya berupa ide permesivisme (keserbabolehan). Termasuk membolehkan berperilaku apa saja asalkan tidak mengganggu orang lain.
3. Pengerusakan Martabat Wanita
Di Barat, wanita bukanlah seorang sosok yang berperan mulia untuk mendidik generasi mendatang yang berkualitas. Mereka menganggap wanita sebagai barang dan bisa jadi sebuah komoditi yang bisa dirasakan oleh siapa saja, aurat diumbar di mana-mana. Media massa tak henti-hentinya menayangkan gambar wanita telanjang untuk melariskan dagangan. Kuno dan haram sepertinya ketika harus memakan gaji suami, akhirnya tugas yang mulia sebagai pendidik generasi masa depan yang berkualitas ditinggalkan.
4. Tuduhan Negatif Terhadap Islam
Tidak puas dengan pengerusakan di atas, musuh-musuh Islam tersebut membuat beberapa tuduhan terhadap Islam maupun orang Islam. Islam dianggap kuno, kejam, tidak menghormati HAMdan barbarian karena memberlakukan hukuman potong tangan, kisas, dan rajam. Tuduhan teroris maupun fundamental tidak henti-hentinya ditudingkan ke muka beberapa orang Islam maupun suatu kelompok Islam hanya karena mereka menghalangi kepentingan Barat.
Padahal jika dicermati justru Barat di bawah pimpinan Amerika lah yang banyak menghancurkan dan mengeruk kekayaan negeri-negeri kaum muslim untuk kepentingannya.
Kita tentu tidak boleh hanya berdiam diri sambil mengelus dada terhadap permasalahan ini.
Untuk mengubah realita apapun termasuk kondisi umat saat ini, setidaknya kita harus memahami tiga hal secara mendalam, yakni hakikat fakta yang ingin kita ubah, realita yang ingin kita wujudkan, serta metode yang akan kita lakukan. Tidak memahami satu saja di antara ketiga hal tersebut akan menghasilkan usaha yang tidak terarah bahkan berujung pada kegagalan.
Dengan berpikir secara mendalam kita bisa menyimpulkan bahwa problem utama kaum muslim saat ini adalah tidak diterapkannya hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh sebuah institusi pemersatu kaum muslim yaitu yang kita sebut Khilafah Islamiyah.
Mengapa demikian sebab sesungguhnya berbagai problem di atas berkembang ketika hukum-hukum Allah yang sejatinya adalah solusi atas problem hidup manusia itu dilikuidasi dan digantikan dengan aturan-aturan Kapitalis buatan manusia yang sekarang diberlakukan di negeri-negeri Islam. ***
Wallahu a’lam bishowab.

