Aktris Ini Kepincut Filmkan Budaya Tubaba, Usai Bersua Bupati Peraih Anugerah Kebudayaan PWI

0
291
Ki-ka: aktris/produser Marcella Zalianty, penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pengampu makalah 'Konsep Pembangunan Berbasis Kebudayaan' Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, dan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian. | Facebook

Kliksumatera.com, BANDARLAMPUNG – Unggahan satu akun di jejaring sosial empunya 2,4 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) dengan rerata pengguna aktif login layanan sebanyak 1,62 juta per hari berdasar laporan keuangan kuartal III 2019 –Facebook, Rabu (15/1/2020) lalu, menggelitik penasaran.

Unggahan Facebook milik Supriyadi Alfian, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampung dua periode itu, terkesan biasa. Namun, postingan pukul 23.13 WIB itu menarik bagi publik yang digelayuti tanya seputar kontroversi ikutan terkait Anugerah Kebudayaan PWI menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Februari mendatang.

Bang Yadi, pemilik tanggal lahir 28 Mei 1967 ini kerap disapa, mengunggah momentum kebersamaannya bareng dua sahabat, aktris Marcella Zalianty dan peraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad.

Sekelebat, dari foto juga narasi unggahan itu ketiganya tampak berbincang hangat soal predikat yang mulai tersemat pada profil Tubaba, usai berjibaku kuat memproses diri demi manifes jadi daerah berkepribadian kebudayaan nan hebat, sejak proses kreatif perencanaan, pelaksanaan, hingga dalam pengendalian pembangunan daerahnya.

“Kepala Daerah satu ini sangat Inovatif, selalu merencakan (merencanakan) pembangan (pembangunan) di daerahnya berwawasan kebudayaan,” puji Bang Yadi, memula tulis, menohok Umar Ahmad.

“Tak aneh artis Marcella Zalianty, sekaligus bintang film “Tusuk Jelangkung”, yang saat itu juga sedang berbincang dengan Umar, terkagum-kagum,” Yadi menggambarkan kesimpulan pribadi atas materi pertemuan.

Dari itu ia melanjutkan, “Spontan Marsella menawarkan pembuatan film kebudayaan Tulang Bawang Barat (TBB) kepada bupati muda satu ini,” seraya menaut pembanding berupa kadar kelayakan penilaian PWI terkait rencana penganugerahan penghargaan yang salah satunya akan diberikan kepada Umar.

“Maka sangat layak dewan juri PWI Pusat
memutuskan Umar Ahmad mendapatkan penghargaan Bidang Kebudayaan PWI Pusat yang akan diserahkan Presiden Jokowi pada Puncak HPN 2020 di Banjarmasin, Kalsel, 9 Februari 2020,” simpul dia melatari penilaian.

“#bravo Umar Ahmad,” tulis Magister Hukum UBL, bos grup media Harian Momentum ini menyemangati, di akhir unggahan.

Hendak dikonfirmasi waktu dan tempatnya bertemu Umar dan Marcella, sesaat sebelum berita ini diturunkan, pesan instan redaksi akhirnya berbalas, Jum’at (17/1/2020) pagi.

Sempat dihubungi guna membantu jawab, pukul 08.58 WIB, meski mengaku lupa persisnya, Pemred Harian Momentum Andi Panjaitan terpisah menginfokan, momen itu berlangsung di Jakarta, seminggu yang lalu.

Dari keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pukul 09.57 WIB, akhirnya terungkap jika momen pertemuan berlangsung di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (10/1/2020) pekan lalu.

Bang Yadi menceritakan, kepada dirinya sang bupati mengucapkan terima kasih kepada ketua dan seluruh pengurus PWI Pusat dan juga Dewan Pers, atas dukungan yang diberikan dalam mewujudkan pembangunan berbasis budaya di Tubaba.

“Penghargaan yang diberikan, bagi saya sangat berharga, terima kasih atas penilaian dan dukungan semua pihak, terutama para wartawan senior, seniman dan budayawan, serta para insan pers di Lampung khususnya di Tubaba,” kata Umar, dikutip Supriyadi.

Saat itu, kisah dia, Umar berharap Kabupaten Tubaba yang ia pimpin mendapatkan jati diri yang berkarakter dan bernilai kebudayaan. “Saya yakin kebaikan terhadap alam semesta akan terbalas dengan anugerah kebaikan Allah SWT,” ungkap Umar, magis.

Terkait obrolan bersama aktris cantik peraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2005, Marcella Zalianty, saat tempat yang sama, Supriyadi mengungkapkan jika aktris bintang sinetron Shepia, kakak kandung aktris Olivia Zalianty itu sangat tertarik dengan konsep pembangunan di Tubaba, sekaligus kontan menyampaikan ungkapan kekagumannya.

“Saya siap ke Tubaba, Pak Umar, kapan bisa ke sana. Konsep Bapak sepertinya belum ada yang seperti Pak Umar. Kepala daerah yang mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan, yang menurut saya sangat menarik sekali,” cecar istri pembalap nasional Ananda Mikola itu apresiatif.

“Atau kita buat film aja di Tubaba Pak. Itu cara yang tepat untuk mengedukasikan nilai-nilai kebudayaan di Tubaba secara nasional,” kejar dia, seperti Bang Yadi dengar langsung, seraya menyinggung pula arti penting peran media massa dalam pemajuan daerah.

Marcella menekankan peran media penting qautama pers. “Kalau mau dikenal daerahnya maju dan dapat memajukan daerah, ya informasinya yang bernilai positif. Kalau gak ya sulit untuk maju. Jadi pers punya peran dalam memajukan daerahnya,” pendapatnya.

Diketahui, usai masuk satu dari 10 kepala daerah nominator asal 16 provinsi, lewat pucuk surat keterangan panitia pusat HPN 2020 No: 49/PWI-P/HPN2020/1/2020, pada 9 Januari 2020, diteken Ketum PWI Pusat Atal S Depari, Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, dan Ketua Dewan Juri Nungki Kusumastuti, Umar Ahmad diputuskan penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Mengutip Antara (9/1/2020), penghargaan dimaksudkan PWI sebagai bentuk dorongan bagi kepala daerah agar dapat membangun wilayah dengan berbasis budaya, sehingga kemajuan bangsa dan negara dalam hal ekonomi dan budaya dapat seiring sejalan.

Pidato Ketum PWI Atal S Depari saat penyambutan kandidat penerima di kantor pusat PWI, Gedung Dewan Pers Lt IV, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020), juga menggarisbawahi isu bonus demografi 2045 yang dihadapi Indonesia, bisa menjadi keuntungan bagi negara.

“Jika para bupati dan wali kotanya mengedepankan budaya sebagai acuan pembangunan,” lugasnya, di depan Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi (Ayobandung.com), Ketua Panitia Pusat HPN 2020 Auri Jaya, Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI yang juga Direktur Komunikasi dan PR PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono (Kabare.id), Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun, dan 10 besar kepala daerah terpilih.

Atal –ketua umum hasil Kongres XXIV PWI di Solo, 27-30 September 2018, pengusung visi baru PWI 2018-2023, menjadikan PWI jadi organisasi profesional – bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital itu, mendapuk peraih penghargaan sebagai bagian pengharapan.

“Di tangan bapak ibu, masa depan keberhasilan bonus demografi Indonesia berada,” ujar Atal, yang kini menaungi sekitar 15 ribuan anggota PWI di seluruh Tanah Air.

Sementara, Ketua Panitia Pusat HPN 2020, Auri Jaya, juga berucap selamat. Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia dan Ketum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini berharap semoga penghargaan tersebut bermanfaat, dapat memotivasi dan menginspirasi pemajuan kebudayaan di daerah, dan pembangunan berbasis kebudayaan.

“Seperti pernah dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa DNA bangsa Indonesia itu seni budaya, dan pengakuan UNESCO 2017 bahwa Indonesia adalah negara super power di bidang kebudayaan,” bunyi pernyataan Auri, dikutip dari surat keterangan penetapan Umar.

Dukungan inisiasi Anugerah Kebudayaan PWI turut diampu Dewan Pers. Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022 Hendry Ch Bangun mengatakan pihaknya sangat mendukung penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI bagi para bupati/walikota yang dianggap mengedepankan budaya sebagai unsur pembangunan wilayah.

“Dengan adanya pembangunan kota yang berbasis budaya, hal itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak krisis budaya,” cetus anggota Dewan Pers mewakili unsur wartawan ini.

Tegas eks wartawan Majalah Sportif Jakarta sejak 1982 ini, Anugerah Kebudayaan adalah penghargaan yang tulus dari dunia pers bagi mereka yang dianggap telah menunjukkan kepada dunia luar bahwa kebudayaan masih kompatibel dengan pembangunan.

Di samping berharap penghargaan semacam itu terus dilanjutkan dengan menjangkau lebih banyak daerah, Hendry yang pensiun dari karir wartawan 2018 lalu itu dan terakhir dikenal sebagai wartawan kawakan Harian Kompas, menekankan atensi keberlanjutan dimaksud disertai peningkatan kualitas.

Tambahan informasi, tahun ini kepanitiaan nasional HPN 2020 diproyeksi akan kembali mengulang sukses kolaborasi organisasi lintas media massa cetak/elektronik/daring, PWI, Dewan Pers, SPS, Serikat Grafika Pers (SGP), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan SMSI.

Bukan hanya Supriyadi Alfian dan Marcella Zalianty, atas gapaian ini baik publik pers dan pemerintah daerah, maupun rakyat Lampung kkiranya patut bangga. Adapun, terhadap bakal terealisasi tidaknya keinginan Marcella memproduksi film yang mempromosikan kebudayaan Tubaba, kita tunggu saja kabar baiknya. Tabik.

Laporan: Muzzamil
Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here