Dekranasda Kampar Tinjau Rumah Batik Srikandi Sibuak Tapung

0
304

Kliksumatera.com, RIAU- Salah satu bentuk implementasi dari pameran Batik Tingkat Nasional di Pekalongan beberapa waktu lalu, Pemkab Kampar memandang pembinaan di lini terdepan yakni pembinaan terhadap pengrajin Batik.

Pemkab Kampar terus akan melakukan dorongan, pembinaan dan bantuan teknis terhadap pengrajin yang ada di Kabupaten Kampar, karena ini merupakan aset daerah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Kampar Siap memberikan dorongan maupun dalam bentuk pembinaan dan bantuan teknis.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dekranasda Kampar Hj. Muslimawati Catur saat melakukan kunjungan ke Rumah Batik Srikandi di Desa Sibuak Kecamatan Tapung pada hari Selasa, 08/10.

Kunjungan Ketua Dekranasda Kampar ini didampingi oleh Ketua Harian Dekranasda Kampar Ali Sabri, Wakil Ketua Dekranasda Juli Mastuti dan anggota Dekranasda Kampar, Muizin Firmansyah Kepala Desa Sibuak Kecamatan Tapung.

Dikatakan Muslimawati Catur kita berharap kepada pengrajin agar selalu memberikan inovasi dan kreasi sehingga hasi produksi lebih bervariatif, corak atau bentuknya dapat disesuaikan dengan khas Kampar seperti serat Nenas, sawit, dan motif ikan.

“Setiap desa setidaknya punya rumah batik yang ada jika perlu ada di setiap kecamatan, sehingga ada produk setiap daerah yang menjadi produk Kabupaten,” ujarnya.

Begitu juga terhadap produk yang dihasilkan, kita berharap penjualan rumah batik Srikandi ini dapat bersaing dengan rumah rumah batik lainya supaya bisa mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarganya masing- masing.

‘’Saya merasa senang apabila setiap desa yang ada di Kabupaten Kampar ini bisa membuat atau menambah penghasilan keluarga dengan membatik ini, sekaligus dapat menjadi usaha masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” harapnya.

Sementara itu Ali Sabri selaku Ketua Harian Dekranasda Kampar menyatakan kelompok pembinaan desa ini tetap ditampung oleh Dekranasda Kabupaten Kampar. Penghasilan desa ini dalam 1 minggu dapat 5 pasang potong kain. ‘’Tentunya kita berharap dapat meningkatkan produksi. Rumah batik Srikandi ini merupakan home industri tentunya akan menambah penghasilan sendiri, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Desa Sibuak Kecamatan Tapung,” tandas Ali Sabri.

Laporan : Arifin
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here