Direktur LBH SMSI Pusat Kecam Pengeroyokan Wartawan di Banyuasin

0
291

Kliksumatera.com, PALEMBANG- Direktur LBH SMSI Pusat yang juga Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Ocktap Riady mengecam keras pemukulan dan pengeroyokan terhadap wartawab online di Banyuasin.

”Ini harus diusut sebab telah melanggar hukum. Bahkan ini jelas-jelas ada indikasi wartawan hendak dibunuh. Itu penganiayaan berat. Kami neminta Polres Banyuasin segera menangkap pelakunya,” tegas Ocktap, Minggu (8/3).
Wartawan menurut Ocktap dalam melaksanakan tugasnya dilindungi hukum yakni UU No 40 Tahun 1999.
Selain meminta polisi segera mengungkap kasus itu dia juga meminta Bupati Banyusin menyetop aktivitas perusahaan itu dihentikan dan izinnya dicabut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa seorang jurnalis media online.

Kejadian bermula saat rekan wartawan berinisial Ir dari media adaberitanet.com sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun adanya penambangan pasir di desa namun tidak jelas kontribusinya seperti apa ke masyarakat.

“Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktivitas penambangan pasir hampir dua tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya ke desa, namun setibanya di Dusun Gemanpo Desa Rantau harapan saat sedang mengambil gambar dari atas perahu, tiba-tiba datang speed boat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” kata Ir ketika dibincangi awak media, Minggu (8/3/2020).

Akibat benturan speedboat Ir langsung terpental ke sungai, untung handphone tidak terlepas dari tangan. Tidak cukup di situ, pelaku lebih kurang enam orang langsung membabi buta dan mengeroyok, memukul, menendang berkali-kali.

“Saya berusaha berpegangan di ujung perahu, melihat saya masih memegang Handphone (Hp) beberapa pelaku langsung memukul dengan menggunakan besi behel bergagang bambu berkali – kali ke tangan kiri saya, sampai hp saya terlepas masuk ke dalam sungai,” jelas Ir sambil meringis kesakitan seusai dilakukan penanganan medis di Klinik Revalisa Pangkalan Balai.

Atas kejadian tersebut Ir mengalami luka robek jari tangan sebelah kiri, lebam di kepala bagian kiri, ngilu di bagian bahu sebelah kiri, dan telah melaporkan kejadian tersebut ke SPK Mapolres Banyuasin. Berharap pelaku dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Sementara Sarkowi (52) saksi mata mengatakan keenam pelaku merupakan Pihak Keamanan (PK) penambang pasir. “Pelaku mungkin terusik dengan adanya awak media meliput aktivitas penambangan, sedangkan perusahaan yang melakukan penyedotan milik PT. Lintang,” tutupnya.

Sementara pihak PT Lintang belum ada yang dapat dikonfirmasi. Saat peliputan sendiri terdata ada 8 ponton bermuatan berkapasitas 300-400 kubik sedang melakukan penyedotan pasir di lokasi kejadian.

Laporan/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here