Kemampuan Bagi Para Pengelola Pro PN 1000 HPK di Kecamatan Suak Tapeh

0
232

Kliksumatera.com, BANYUASIN- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel bidang Keluarga Sejahtera (KS) menggelar sosialisasi Materi dan Media KIE (Konfirmasi Informasi Edukasi) Pro PN dalam pencegahan stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tingkat Kecamatan Suak Tapeh.

Acara tersebut bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banyuasin yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, Senin (30/11).

Hadir pada acara tersebut Perwakilan dari BKKN Provinsi Sumsel bidang KS Desiana, Kepala DP2KBP3A Banyuasin Yosi Zartini, Perwakilan dari Dinkes Banyuasin Ilaika Nuzirwan, Camat Suak Tapeh Sashadiman Ralibi, Korlap PLKB Suak Tapeh Darminto, Ketua TP PKK Kecamatan Suak Tapeh Siti Aisa, Ketua TP PKK desa se-Kec Suak Tapeh, Bidan desa, PPKBD, Ibu Hamil, dan Ibu menyusui.

Tujuan kegiatan yakni untuk meningkatkan kemampuan bagi para pengelola Pro PN 1000 HPK di lokasi stunting untuk melaksanakan kegiatan pengasuhan 1000 HPK bagi para ibu hamil dan keluarga yang memiliki baduta dalam rangka pencegahan stunting di daerah khususnya di wilayah Kecamatan Suak Tapeh.

“Selain itu, meningkatkan kemampuan bagi para pengelola PIK Remaja untuk mengimplementasikan materi dan media Kie Pro PN di lokasi serta meningkatkan kemampuan bagi para pengelola Pro PN untuk melakukan sistem pelaporan setiap bulan dan tepat waktu,” kata Camat Suak Tapeh Sashadiman Ralibi saat membuka acara tersebut.

Permasalahan di Kecamatan Suak Tapeh saat ini adalah, masalah gizi ganda yaitu kekurangan gizi wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil, serta kelebihan gizi termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Kepala DP2KBP3A Banyuasin Yosi Zartini dalam sambutannya mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Kekurangan gizi terjadi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu 270 hari selama kehamilan, 730 hari setelah anak lahir sampai usia 2 tahun.

“Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan,” ujar Yosi Zartini.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel bidang KS Desiana melaporkan, dalam Rencana Kerja Pemerintah 2020 ditegaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat menjadi kegiatan prioritas untuk mendukung prioritas Nasional I yaitu Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan. BKKBN mendukung hal tersebut dengan melakukan pemberdayaan keluarga (Intervensi sensitive) melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).

“Sosialisasi Materi dan Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) adalah salah satu dari kegiatan Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) Promosi dan KIE, untuk mendukung pencegahan bahkan penurunan stunting di Provinsi Sumsel secara khusus di Kabupaten Banyuasin sampai tingkat kecamatan,” tegasnya.

Pemerintah dalam hal ini Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel mempunyai peran dalam pecegahan/penurunan stunting dari gizi sensitif melalui pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kelompok Bina Keluarga Balita.

Kata dia bahwa kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada orang tua keluarga baduta tentang pentingnya pengasuhan 1000 HPK dalam penurunan/pencegahan prevalensi Stunting, Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku keluarga baduta tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak pada periode 1000 HPK.

Lanjut dia, Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola dan pelaksana tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dilaksanakan di Kelompok Bina Keluarga Balita.

“Program ini, tidak asal jalan tapi dipikirkan dengan baik dan tersistem sehingga hari ini dilakukan sosialisasi Materi dan Media KIE Pro PN 1000 HPK bagi para kader KB serta remaja pengelola di Kecamatan Suak Tapeh,” pungkasnya.

Laporan : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here