Konflik Israel Palestina Tak Kunjung Padam

0
538

Oleh: Widiawati

KONFLIK yang terjadi antara Israel dan Palestina sudah berlangsung begitu lama dan tidak pernah menemukan ujung pangkal hingga saat ini. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk mengakhiri konflik ini. Seperti yang dilakukan oleh Wakil Presiden Indonesia, Ma’aruf Amin yang dikutip dari suara.com (15/11/2019). Beliau mengutuk serangan Israel di Jalur Gaza yang baru-baru ini terjadi. Dan untuk penyelesaian, Ma’ruf mengungkapkan sebaiknya sejumlah pihak yang terlibat mencari solusi atau two state solution. Two state solution merupakan cara penyelesaian konflik yang sudah disepakati oleh komunitas internasional melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) No.194 dan upaya ini pun sudah pernah dilakukan akan tetapi Perang ini terus bergejolak dan telah menelan begitu banyak korban jiwa.

Pertanyaan besarnya adalah apa sebenarnya yang menyebabkan perang berkepanjangan tersebut?
Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya Sejarah Perang Enam Hari Israel dan Palestina yang perlu diketahui. Meskipun begitu tetap masih ada penyebab lain  yang dapat dikaji melalui segi keagamaan. Perang yang telah berlangsung begitu lama ini cukup menyita perhatian publik.

1. Adanya Perebutan Tempat yang Dianggap Suci oleh Israel
Sebenarnya konflik Sejarah Perang Suriah dan Israel telah berjalan lama, tetapi tidak langsung meledak seperti yang terjadi sekarang. Jika merujuk kepada sejarah akan ditemukan bahwa yang memicu konflik tak berkesudahan ini adalah keyakinan Israel dari segi agama mengenai tanah yang dijanjikan kepada mereka. Tanah tersebut berada di Palestina, tepatnya di Kota Jerussalem, sehingga Israel berupaya untuk merebutnya. Atas dasar itulah Israel merasa memiliki hak kepemilikan dan melancarkan segala cara untuk merebut Palestina.

Merujuk kepada sejarah, bangsa Yahudi dalam hal ini adalah Israel dulunya hidup terunta-lunta setelah terjadinya peristiwa Holocaust. Peristiwa ini dilakukan oleh Jerman yang  bertujuan untuk memberantas seluruh musuh bebuyutan Hitler dari muka bumi, termasuk diktator terkejam di dunia yaitu kaum Yahudi. Akhirnya, wilayah Israel yang dikenal sebagai pusat Yahudi dari seluruh dunia ini berhasil diduduki.

Sementara itu timbullah rasa untuk memperluas wilayah oleh kaum Yahudi. Kemudian mereka mengingat ajaran yang disampaikan mengenai keberadaan suatu tanah yang dijanjikan. Tanah mulia yang disiapkan untuk bangsa Yahudi tersebut adalah Palestina. Dengan dasar itulah, Israel mulai melakukan invasi demi mengusir seluruh penduduk Palestina. Jika penduduk Palestinas sudah tidak ada di negaranya, maka wilayah tersebut akan mudah untuk dikuasai.

2. Inggris Memberikan Fasilitas terhadap Yahudi untuk Menduduki Palestina
Keinginan untuk menguasai Palestina tidak hanya sebatas keyakinan dari pernyataan agama bahwa negara tersebut adalah wilayah yang dijanjikan. Akan tetapi ada pula campur tangan pihak lain, dalam hal ini Inggris mengeluarkan aturan supaya kaum Yahudi bebas memasuki serta perlahan-lahan menguasai Palestina. Sementara pihak Palestina sendiri tidak bisa melakukan perlawanan atas keputusan Inggris, karena secara tidak langsung negara ini masih di bawah kepemimpinan Inggris dan juga termasuk ke dalam negara dengan militer terlemah.

Dengan dasar itulah Inggris memberikan imbauan kepada Israel untuk mulai melakukan pendudukan terhadap beberapa wilayah yang ditawarkan. Israel sendiri memilih Palestina, karena dianggap sangat dekat, jadi tidak akan mengeluarkan terlalu banyak sumber daya untuk menguasainya. Akhirnya, secara perlahan-lahan Israel mulai menguasai wilayah Palestina dengan perlindungan dari Inggris yang selalu berada di belakang mereka.

Sementara itu pihak Inggris sendiri merasa aman dengan seluruh pasukan militer yang dimilikinya. Hal ini membuat kaum Israel merasa semakin kebal, karena memperoleh perlindungan dari salah satu negara kuat tersebut. Lain halnya dengan Palestina yang tidak memperoleh perhatian yang jelas dari badan hukum pemerintah dunia. Alasannya cukup jelas, karena ada banyak orang di badan dunia yang mempunyai ideologi sama dengan Israel.

3. Pembentukan Organisasi HAMAS (Organisasi Pembela Palestina)
Meski tidak memperoleh perhatian dari pemerintahan dunia, bukan berarti Palestina hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Justru di tengah konflik yang kian memanas tersebut ada organisasi yang mengerahkan segala daya upaya demi menyatukan rakyat Palestina dan membela diri dari serangan Israel.

HAMAS sendiri terbentuk sebenarnya atas dasar keinginan untuk membalaskan dendam dengan menghancurkan Israel. Hanya saja gerakan ini cenderung bersikap memanipulasi rakyat Palestina demi melindungi diri mereka sendiri. Dimana rakyat Palestina ditempatkan pada garis terdepan yang merupakan area berbahaya, sehingga tidak dapat terelakkan lagi bahwa korban akan begitu banyak yang berjatuhan. Bahkan kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu yang sama sekali tidak tahu menahu soal peperangan.

Melihat hal tersebut ada banyak pihak yang menyalahkan HAMAS serta mengutuk tindakan mereka yang dianggap tidak manusiawi dan juga masuk ke dalam suatu pelanggaran HAM. Tetapi tetap ada juga yang setuju dengan tindakan HAMAS dengan dalih bahwa suatu pengorbanan yang dilakukan harus dibalas dengan peperangan. Salah satu negara yang melawan HAMAS sendiri adalah Amerika Serikat dan juga beberapa negara dunia yang ikut serta menolak gerakan ini.

4. Terjadi Penguasaan Ekonomi Melalui Penaklukan Kota Jerussalem
Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu faktor penyebab perang Israel dan Palestina adalah permasalahan geografis. Wilayah yang diperebutkan tersebut adalah kota Jerussalem yang dianggap sebagai kota suci dalam beberapa agama di dunia. Kota Jerussalem ini mempunyai sejarah yang begitu menarik terhadap berbagai kalangan. Apalagi orang-orang yang ingin melakukan wisata rohani pasti tertarik untuk bertandang ke kota ini.

Oleh sebab itu kota Jerussalem dianggap sebagai kota yang sangat potensial untuk meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata. Dengan begitu Israel mulai berusaha untuk menguasai kota ini agar dapat memperoleh keuntungan jika berhasil menduduki dan mengelola Jerussalam sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia. Bagi Israel keuntungan ini begitu menjanjikan dan dapat digunakan untuk mengembangkan aspek militer dan politik.

5. Kepentingan Politik
Penyebab ini cukup mudah untuk dipahami dengan menganalisis perang yang telah terjadi antara Palestina dan Israel. Dapat dilihat bahwa dalam peperangan ada unsur perpolitikan yang begitu kental. Kedudukan Israel dianggap sebagai pemerintahan yang baik dan menjanjikan, apalagi di antara negara tetangganya.

Alhasil Israel terus melanjutkan langkah untuk mengembangkan kaumnya yaitu dengan berusaha menguasai wilayah kecil dan potensial. Salah satunya yaitu Palestina, karena menguasai negara ini dapat menjadi suatu pembuktian bahwa kaum Israel begitu hebat baik dari segi militer dan sebagainya.

Dan Kebencian Yahudi kepada Islam ini, telah tertulis dalam Alquran dalam Surah Al-Baqarah ayat 120. Allah SWT berfirman yang artinya; orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Dan dalam sirah Rosullullah SAW, diceritakan sebelum Muhamad SAW diangkat menjadi Rasul pun yahudi itu selalu melakukan peperangan terhadap bani bani yang lain, apalagi setelah Agama Islam diturunkan dimuka bumi ini dan Allah SWT mengangkat Muhamad menjadi Rasulullah SAW, Yahudi tidak akan pernah ridho. Mereka selalu mencari cela untuk menyerang Orang-orang Islam seperti yang di lakukan pada masa Daulah Islam baru berdiri di Madinah.

Diceritakan seorang pemuda dari Bani Qoinuqo yang memiliki toko emas pada masa itu dia melecehkan seorang muslimah dengan mengkait ujung jilbabnya sehingga ketika perempuan itu berdiri maka tersingkaplah auratnya, lalu pemuda muslim yang melihat pristiwa itu datang dan langsung membunuhnya walaupun dia juga terbunuh.

Ketika Rasulullah SAW mengetahui berita ini langsung dengan kemurahan hati Rasul SAW mereka tidak jadi dibunuh tetapi diusir seluruh orang orang-orang Yahudi tersebut dari Daulah Islam.

Begitulah betapa berharga kehormatan dan darah kaum muslimin. Hanya karena satu muslimah, Rosullullah SAW mengerahkan hampir seluruh pasukan tentaranya, bagaimana dengan konflik yang terjadi di Palestina, berapa banyak kaum muslimin kehilangan nyawanya, belum lagi di Suriah, di Pakistan, di Afghanistan. dan lain-lain. Saat ini kaum muslimin sudah kehilangan perisai atau junnah sebagai pelindung, junnah itu adalah Daulah Khilafah Islamiyyah.

Oleh karena itu satu-satunya cara untuk mengatasi perang antara Israel dengan Palistina adalah mengembalikan kembali junnah tersebut, yaitu daulah khilafah Islam yang akan mengirimkan tentaranya dan akan mengusir penjajah di tanah Palistina, maka dengan Islam lah semua kezoliman yang terjadi di Negeri Islam ini bisa diselesaikan. Dan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. *** Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here