Kliksumatera.com, PAPUA— Warga tujuh distrik Babo, mendeklarasikan keinginan untuk berdiri sebagai daerah otonomi baru (DOB) Babo Raya, alias pisah dari Kabupaten Teluk Bintuni. Keberadaan dua perusahaan Genting Oil dan BP Tangguh, jadi salah satu alasan yang kuat.
“Dua perusahaan besar itu di wilayah Babo dan menyumbang PAD untuk Bintuni. Nanti ada juga Petrokimia Putra. Secara infrastruktur dasar kami sudah siap,” rilis Zainal Abidin Naury, Ketua Forum Pemuda Adat Risaturi (Kuri, Wamesa, Irarutu, Sumuri) Peduli Pemekaran Kabupaten Babo, Rabu (2/2/22).
Babo Raya, meliputi 7 distrik, Distrik Sumuri, Aroba, Babo, Kaitaro, Fafurwar, Kuri dan Distrik Wamesa. Warga 7 wilayah itu sepakat dan berharap usulan pemekaran disetujui Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Pusat.
“Kami akan berjuang, sehingga tidak hanya DOB Moskona tetapi juga Babo Raya. Dalam waktu dekat, akan ada surat yang dikirim ke DPR RI,” tulisnya lagi.
Menurutnya, usulan DOB bertujuan memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kabupaten Teluk Bintuni sendiri dimekarkan 2003 lalu dengan 27 distrik.
Senada, dua tokoh pemuda Fauzan dan Abdilah Fimbay, menilai infrastruktur pelabuhan laut dan bandar udara yang memadai mendukung keinginan DOB Babo Raya, termasuk letak geografis yang strategis.
Gejolak yang sempat terjadi sebelumnya dengan pemblokiran Pelabuhan Laut Babo, disebut sebagai bagian dari protes kepada pemerintah. “Tolong jangan hanya DOB Moskona saja, kami juga telah siap. Sudah 20 tahun kami support pembangunan di Teluk Bintuni dan Papua Barat,” demikian rilis yang diterima redaksi.
Sumber : Ringpapua.com/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

