Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Bupati Tinjau Pembangunan Jembatan dan Jalan Interpretasi Kampar Kiri Hulu

0
307

Kliksumatera.com, RIAU- Pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama bagi pemerintah Kabupaten Kampar, terutama bagi daerah yang terisolir. Selain itu Pemkab Kampar sangat berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur sesuai dengan Visi dan Pembangunan yakni Investasi, Infrastruktur, dan Industri. Terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Bupati Kampar meninjau langsung pembangunan Jembatan Interpretasi yang menghubungkan 9 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Demikian disampaikan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat melakukan peninjauan pembangunan Jembatan Interpretasi bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau Haryono di beberapa desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada hari Jumat, 04/10.

‘’Dengan pembangunan jalan dan jembatan ini tentu akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi masyarakat,” ujar Catur Sugeng Susanto didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kampar Afdhal, ST MT dan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkab Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kampar Kiri Hulu, serta tokoh masyarakat.

Rombongan yang menuju lokasi dengan menggunakan sampan/piaw menghabiskan waktu lebih kurang 3 jam tersebut langsung melihat dan meninjau pengerjaan jembatan.

Di sini Bupati berpesan kepada kontraktor agar dapat menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan (schedule), dan yang terpenting adalah kualitas.

“Dengan pembangunan ini sangat banyak manfaat yang dapat dirasakan seperti ekonomi yang lancar, silaturahmi antarmasyarakat maupun bagi perkembangan desa pun akan berjalan,’’ tegas Catur lagi.

Atas penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat bertahun-tahun semoga dapat berakhir, Pemkab Kampar akan terus berupaya untuk membuka keterisoliran selama ini.

Peninjauan jembatan ini yang dibangun melalui dana APBD Kampar maupun yang dibangun melalui dana APBN ini semoga menampakkan hasilnya secara baik untuk masyarakat.

Dikatakan Bupati Kampar bahwa beberapa waktu lalu telah dilakukan penandatanganan MoU dengan BKSDA Riau di Kementerian Lingkungan Hidup dan Perkebunan RI tentang pembangunan jalan interpretasi sepanjang 37 km dan 9 unit jembatan yang bersumber dari dan APBD Kampar dan 1 unit dari dana APBN. ‘’Sementara untuk jalan interpretasi bersumber dari dana desa,” cetusnya.
.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kampar meninjau langsung pengerjaan jembatan Sei Sidu yang berasal dari dana APBN dan Jembatan Gantung lantai besi di Tanjung Belit.

Pembangunan infrastruktur jembatan rangka besi ini meliputi beberapa desa yakni Desa Tanjung Belit, Muara Bio, Tanjung Beringin, dan Desa Ludai.

Sementara itu Kadis PUPR Kampar Afdhal ST, MT saat diwawancarai mengatakan masih banyak jembatan yang perlu dibangun untuk menghubungkan desa-desa terisolir di Kampar Kiri Hulu. ‘’Namun saat ini baru dapat kita bangun sebanyak 9 unit jembatan dari 37 jembatan yang akan dibangun, namun kita akan terus berkoordinasi dengan Pusat,” tegasnya.

Sementara itu Haryono Kepala BKSDA Riau mengatakan bahwa jalan dan jembatan ini dibangun untuk masyarakat yang selama ini terisolir. ‘’Kita bertekad bersama dengan Pemkab Kampar untuk mengakhiri keterisoliran,” ujarnya.

Turut mendampingi kunjungan kerja Bupati Kampar ini juga adalah Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Asisten II Setda Kampar Azwan, Kepala Dinas PUPR Afdhal ST. MT dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril, Kapolsek Kampar Kiri Suharman.

Laporan          : Arifin
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here